JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Perhatian Seluruh Desa Mesti Sediakan Oximeter untuk Mengetahui Saturasi Oksigen Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Tampilan hasil pengukuran saturasi oksigen via aplikasi. Joglosemarnews.com/Aris Arianto


WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah desa (Pemdes) di Wonogiri diminta menyediakan infrastruktur media skala dasar. Salah satunya adalah oximeter atau alat untuk mengetahui atau mengukur saturasi oksigen.

Dengan adanya alat itu saturasi oksigen warga terutama yang menjalani isolasi mandiri (isoman) bisa diketahui. Hal tersebut penting mengingat tak sedikit warga yang tengah isoman tidak mengetahui kondisi kesehatan dirinya sejak awal.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengungkapkan, Pemdes agar memiliki infrastruktur medis skala dasar. Khususnya oximeter Sebab, banyak warga yang tengah menjalani isoman tidak mengetahui kondisi mereka yang seharusnya sudah segera dilarikan ke rumah sakit.

“Ada banyak kasus, isoman yang mestinya dirawat di rumah sakit tapi karena tidak tahu kondisi mereka maka terlanjur parah,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga :  Duh, Wonogiri Merosot ke Level 4 Padahal Awal PPKM Masih di Level 3, Infonya Gegara Kasus Kematian yang Tinggi

Dengan adanya alat tes saturasi dengan harapan warga yang isoman dapat segera mengetahui, apakah mereka sudah harus dirawat di rumah sakit atau tidak.

Menurut Bupati, setiap desa perlu dibentuk relawan yang kemudian dibekali pelatihan dari tim medis Puskesmas. Tujuannya agar mereka mampu melakukan langkah antisipasi dengan memanfaatkan alat deteksi kesehatan atau alat saturasi tersebut.

“Alat tes saturasi itu harganya cuma Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per unit. Desa diminta menyediakan lima atau berapa unit,” kata dia.

Lebih lanjut dia menegaskan, Satgas Penanganan COVID-19 juga akan melibatkan petugas dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk sosialisasi di tempat ibadah. Paling penting adalah memberikan pendekatan humanis dan edukatif. Aris