JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

3 Periode Mangkrak, Mimpi Warga Katelan Tangen Miliki Jembatan Lingkar Kini Bangkit Kembali. Didanai Rp 200 Juta, Diproyeksikan Tambah Embung untuk Wisata

Jembatan Grabagan yang akan diproyeksikan menjadi jalur lingkar Tangen, kini mulai dibangun kembali setelah 3 periode pemerintahan mangkrak, Kamis (22/7/2021). Foto/Wardoyo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemdes Katelan, Kecamatan Tangen memulai pembangunan jembatan di Dukuh Grabagan, desa setempat.

Jembatan sepanjang 4,5 meter dengan lebar 5 meter itu dibangun kembali setelah 3 periode pemerintahan sebelumnya nyaris tak tersentuh alias mangkrak.

Padahal keberadaan jembatan itu menjadi akses vital untuk jalur lingkar Tangen dan bakal jadi penghubung antar desa di Katelan dan Desa Dukuh.

Kades Katelan, Kunto Cahyono mengatakan jembatan itu dibangun kembali dengan melanjutkan bangunan awal berupa fondasi yang sudah dirintis warga dari swadaya sekitar 20 tahun silam.

Karena tiga periode mangkrak, di masa pemerintahannya saat ini, proyek jembatan vital itu kembali dibangun. Menurutnya, jembatan itu memang akan akses vital bagi warga sehingga masuk dalam skala prioritas serta visi misi pemerintahannya.

Kaur Keuangan Desa Katelan, Agus Purwanto menguraikan jembatan Grabagan itu dibangun dari dana desa tahun 2021 ini sebesar Rp 200 juta.

Pembangunan sudah dimulai beberapa waktu ini untuk bagian fondasi bawah dan cakar ayam penopangnya.

“Jembatan itu dulu tinggalannya suwargi (almarhum) Pak Lurah Jumadi, bapaknya Pak Kades sekarang. Dulu hanya bisa buat fondasi dari swadaya. Tapi sudah ganti lurah 3 periode nggak dilanjutkan dan mangkrak. Bahkan sampai fondasi yang lama itu habis tergerus sungai dan sebagian hanyut. Ini di masa Pak Kades Kunto dimulai lagi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (22/7/2021).

Baca Juga :  Bupati Sragen Ungkap Wasiat Terakhir Almarhum Orangtua Vino Sebelum Meninggal di Kalimantan

Agus menguraikan selain melanjutkan mimpi almarhum Kades sepuh, pembangunan jembatan itu memang menjadi salah satu visi misi pemerintahan Kades Kunto.

Jembatan itu akan disiapkan sebagai jalur lingkar dalam rangka menunjang pengembangan kota Kecamatan Tangen.

Terlebih selama ini, warga kesulitan mencari jalan alternatif ketika jalan utama Tangen di depan kecamatan ditutup karena ada acara kecamatan atau hajatan warga sekitar.

“Nanti jembatan itu akan jadi akses utama yang menghubungkan Desa Katelan dan Desa Dukuh. Nanti diproyeksikan jalur provinsi seiring dengan pengembangan kota Tangen. Sehingga kalau di Polsek atau Kecamatan ada acara dan jalan ditutup, jembatan itu nanti bisa jadi akses alternatif,” terangnya.

Jembatan Grabagan yang akan diproyeksikan menjadi jalur lingkar Tangen, kini mulai dibangun kembali setelah 3 periode pemerintahan mangkrak, Kamis (22/7/2021). Foto/Wardoyo

Lebih lanjut, Agus menjelaskan dari estimasi DPUPR, setidaknya dibutuhkan anggaran hampir Rp 450 juta untuk selesainya jembatan Grabagan sampai tuntas.

Mengingat keterbatasan anggaran yang saat ini banyak tersedot untuk penanganan pandemi, pembangunan akan dilakukan bertahap.

Untuk tahap pertama Rp 200 juta sampai jembatan berdiri, selanjutnya kelengkapannya akan menyesuaikan kemampuan anggaran ke depan sembari mencari alternatif dana bantuan lainnya.

Baca Juga :  Ledakan di Sragen Hari Ini, 11 Warga Meninggal dan 103 Warga Positif Terpapar. Jumlah Kasus Tembus 13.660 dan 762 Warga Meninggal Dunia

“Site plan dari desa, nanti rencananya di atas jembatan akan dibuat embung di tanah kas desa. Lalu di sebelahnya kita buat lapangan sepakbola sebagai ganti lapangan utama yang sekarang dipakai jadi alun-alun kecamatan. Biar anak-anak muda kalau mau latihan sepakbola tetap ada lapangannya. Tapi itu nanti bertahap sambil menunggu ketersediaan anggaran,” urainya.

Sementara, pembangunan Embung dimaksudkan selain menopang irigasi pertanian warga, ke depannya diharapkan bisa sekaligus menjadi lokasi wisata. Wardoyo