JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Perjalanan Kasus Nama Istri Bupati Karanganyar Mejeng di Amplop Bansos Masuk DPRD. Yang Dibidik Amplop, Yang Dibahas Malah Pesangon Buruh

Ilustrasi uang. Pixabay


KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – DPRD Karanganyar melalui Komisi B akhirnya memenuhi hajatnya untuk memulai penanganan kasus dugaan politis pada amplop Bansos yang ditulisi nama istri Bupati Juliyatmono, Senin (26/7/2021).

Mereka mulai memanggil dua pihak yang berkompeten terkait penyaluran bantuan sosial (Bansos) tunai Rp 300.000 ke ratusan PKL beberapa waktu lalu.

Dua pihak yang dipanggil itu adalah Kepala Disdagnakerkop Martadi dan pimpinan Baznas Karanganyar KH Hafidzi.

Keduanya dihadirkan terkait bansos yang disalurkan dalam amplop bertuliskan nama bupati dan istrinya, Siti Khomsiyah itu. Padahal dana bansos diambilkan dari dana Baznas setempat.

Advertisement
Baca Juga :  Hendak Pasang Saluran IPAL,  Ngadiyanto Warga Kebakramat, Karanganyar Tewas Kesetrum Mesin Drill

Namun agenda klarifikasi kasus itu ternyata tak semulus yang dibayangkan. Meski sudah melakukan pemanggilan, namun pokok bahasan soal amplop terpaksa ditunda.

“Tadi hanya dihadiri empat anggota dari 11 anggota Komisi B. Sehingga untuk meneruskan agenda klarifikasi dan memutuskan mau gimana, tidak memenuhi kuorum,” kata Ketua Komisi B DPRD Karanganyar AW Mulyadi kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Baca Juga :  Hadapi Serunya Kontestasi 2024, DPC PDIP Karanganyar Tolak Caleg Karbitan

AW Mulyadi menjelaskan klarifikasi tersebut memang menghadirkan Kepala Disdagnakerkop Martadi dan pimpinan Baznas Karanganyar KH Hafidzi.

Klarifikasi berlangsung secara tertutup selama hampir tiga jam. Menurutnya, selama tiga jam berlangsung, materi pembicaraan memang tak melulu membahas amplop bansos.

Akan tetapi juga perihal keluhan karyawan sebuah pabrik yang diberhentikan tanpa pesangon. Mulyadi mengatakan pembahasannya melibatkan Disdagnakerkop.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua