JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Bekas Hotel Mutiara di Kawasan Malioboro Disulap Jadi Shelter Penanganan Covid-19

Sejumlah PKL dan pertokoan di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, masih tutup pada Jumat (9/10/2020) / tempo.co


YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Bekas hotel Mutiara di kawasan Malioboro yang telah dibeli oleh Pemprov DIY senilai Rp 170 miliar, dialihfungsikan sementara sebagai shelter penanganan pasien Covid-19.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan, rencana pengalihfungsian hotel di tengah kota menjadi shelter isolasi pasien gejala ringan itu juga sudah diproses persetujuannya oleh pemerintah pusat.

“Untuk waktu persisnya pengoperasian hotel itu jadi shelter belum bisa dipastikan, namun saat ini sudah diproses persetujuannya oleh pemerintah pusat (pengalihfungsiannya),” ujar Sultan di Yogyakarta, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga :  Usulkan Lima, Ternyata Hanya 4 Destinasi Wisata di DIY yang Diberi Izin Buka

Sultan berharap sesegera mungkin dua bangunan yang bisa menampung 200 pasien Covid-19 ini siap menjadi shelter.

Advertisement

Pada Selasa, ujar Sultan, pihaknya juga telah mengajukan surat kepada PLN agar segera melakukan pemasangan instalasi listrik di hotel yang tahun lalu dibeli Pemda DIY senilai Rp 170 miliar itu.

Baca Juga :  Kelurahan Sinduharjo Sleman Dideklarasikan Sebagai Kelurahan Damai Bertepatan dengan Peringatan Hari Perdamaian Dunia 2021

“Hari ini sudah saya tanda tangani surat untuk PLN. Dulu sudah ada listriknya tapi kan diputus karena tidak beroperasi makanya sekarang kami minta disambungkan lagi” kata Sultan.

Sultan mengatakan untuk alih fungsi hotel yang awalnya akan menjadi sentra usaha kecil menengah itu menjadi shelter akan ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua