JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bobol Dana BPR Rp 11,6 Miliar, Anggota DPRD Magelang Ditetapkan Tersangka Korupsi. Modusnya Ngeri Banget!

Konferensi pers penangkapan anggota DPRD Magelang tersangka korupsi BPR. Foto/Humas Polda


MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang anggota DPRD Kota Magelang berinisial SN (42) ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi di PD BPR Bank Bapas 69.

Legislator itu dijerat sebagai tersangka atas ulahnya mengajukan pinjaman atau kredit fiktif diduga menimbulkan kerugian negara senilai Rp 11,6 miliar.

“Kami tetapkan tersangka saudara SN (42), mantan cluster manager PT Indonusa Telemedia Magelang dan juga anggota DPRD Kota Magelang,” kata Kasat Reskrim Polres Magelang AKP M Alfan, saat pers rilis di Polres Magelang, Rabu (4/8/2021).

Menurut Alfan, dalam kurun waktu sekitar bulan Mei 2018 sampai Juli 2020, tersangka diduga melakukan kerja sama dengan PD BPR Bank Bapas 69 Magelang untuk fasilitas kredit karyawan PT Indonusa Telemedia. Namun, karyawan yang melakukan pinjaman tersebut diduga fiktif.

Advertisement
Baca Juga :  Dubes Denmark Sampaikan ke Ganjar: Negaranya Siap Tingkatkan Investasi di Jateng

“Di mana karyawan yang melakukan pinjaman tersebut diduga adalah fiktif. Berdasarkan hasil audit menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 11.687.956.665,” jelas Alfan.

Alfan mengatakan, jumlah karyawan yang mengajukan pinjaman sebanyak 300 orang. Setelah dilakukan audit internal ternyata 251 orang bukan karyawan PT Indonusa Telemedia.

“Peminjaman kredit karyawan PT Indonusa Telemedia sebanyak 300. Kemudian setelah dilakukan audit internal PD Bank Bapas 69 diketahui sekitar 251 karyawan yang meminjam kredit ternyata adalah bukan karyawan dari PT Indonusa Telemedia,” ujarnya.

Baca Juga :  Serentak di 35 Kabupaten, Operasi Patuh Candi 2021 Jateng Digeber Mulai Hari Ini. Kapolda Bicara Soal Tilang!

“Dari hasil penyelidikan untuk nama-nama yang awalnya sebagai karyawan tersebut ternyata disuruh oleh tersangka untuk berpura-pura sebagai karyawan di PT Indonusa Telemedia kemudian mengajukan pinjaman kredit,” imbuh Alfan.

Adapun untuk mendapatkan dokumen dari karyawan fiktif, katanya, tersangka mencari orang-orang yang nanti dianggap sebagai karyawan.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua