JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Geger, Ini Dia Sosok 3 Wakil Ketua DPRD Sragen yang Boikot dan Menolak Tandatangani APBD Perubahan 2021

Dari kiri ke kanan. Muslim, Pujono Elli Bayu Effendi dan Aris Surawan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rapat paripurna penandatanganan perubahan APBD Sragen 2021, Rabu (29/9/2021) berlangsung memanas.

Tiga wakil pimpinan DPRD rame-rame memboikot dengan menolak menandatangani persetujuan APBD-P. Alasannya mereka kecewa bupati tidak hadir dalam rapat paripurna yang dianggap krusial tersebut.

Aksi boikot tandatangan itu dilakukan masing-masing oleh Wakil Ketua dari Fraksi Golkar, Pujono Elli Bayu Effendi, wakil ketua dari Fraksi PKB Muslim dan dari Fraksi PKS, Aris Surawan.

Berdasarkan catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , Pujono Elli Bayu Effendi adalah Ketua DPD Partai Golkar Sragen.

Dia meraih kursi DPRD untuk kedua kali di periode 2019-2024 setelah kesuksesan di debut perdananya pada Pileg 2014-2019.

Pada Pileg 2019, ia maju dari Dapil Sragen I (Sragen, Sidoharjo, Masaran) dan meraih suara 8.027 serta menyumbang satu-satunya kursi untuk Golkar dari Dapil I.

Baca Juga :  Misteri Mayat Berkulit Putih di Bengawan Solo Tangen Sragen Akhirnya Terkuak. Bernama Tan Handoyo, Ini Wajah Aslinya!

Sementara, Muslim adalah Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB. Sama dengan Bayu, ia juga menjabat untuk kedua kalinya setelah sebelumnya sukses di Pileg pertamanya 2014 silam.

Jabatan Wakil Ketua DPRD ini merupakan yang pertama ia duduki. Pada Pileg 2019 lalu, Muslim menjadi jawara di Dapil Sragen IV (Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan, dan Jenar) dengan meraih suara 8.063 suara.

Sementara, Aris Surawan merupakan Wakil Ketua DPRD dari PKS. Ia meraih satu kursi PKS dari Dapil Sragen I dengan meraih 6.157 suara.

Aksi boikot tandatangan paripurna penyelesaian APBD-P tadi siang, tak pelak turut melambungkan nama ketiganya.

Meski tanpa tandatangan ketiga wakilnya, Ketua DPRD Sragen, Suparno (PDIP) tetap menandatangani nota APBD Perubahan 2001 dalam rapat paripurna yang dihadiri Wabup Sragen, Suroto tersebut.

Baca Juga :  Batal Jadi Pemenang, Calon Ranking 1 Formasi Sekdes Desa Padas Pilih Tak Hadir Saat Pengumuman Ulang

Kepada wartawan, Wakil Ketua DPRD Sragen, Pujono Elli Bayu Effendi mengatakan dirinya memang tidak menandatangani APBD Perubahan yang ditetapkan tersebut.

Menurutnya bukan persoalan esensi APBD-nya, akan tetapi penolakannya lebih sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran bupati.

Bayu memandang tidak seharusnya bupati selaku pengguna anggaran mangkir dalam agenda sepenting itu yang berkaitan dengan anggaran dan hajat hidup masyarakat Sragen.

“Kami sangat menyayangkan. Selama lebih dari 7 tahun menjadi anggota legislatif, baru kali ini saya mengalami bupati tidak hadir dalam paripurna agenda penetapan APBD. Mestinya bupati hadir karena harus tandatangan nota APBD yang ditetapkan bersama eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua