JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hapus 3 Dosa Besar Pendidikan, Kemendikbud Tunjuk SMAN 1 Sumberlawang Jadi Sekolah Anti Bullying. 30 Siswa Bakal Jadi Agen Pencerahan

Sosialisasi program Roots Sekolah Anti Perundungan di SMAN 1 Sumberlawang, Sragen, Rabu (22/9/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM SMAN 1 Sumberlawang Sragen ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi sekolah penggerak anti bullying atau perundungan.

Sebagai implementasi, sebanyak 30 siswa di SMAN tersebut dipilih menjadi agen anti perundungan. Sebagai tahap awal, pihak sekolah menggelar sosialisasi dengan menghadirkan narasumber, Selasa (22/9/2021).

Kepala SMAN 1 Sumberlawang, Suranti Tri Umiatsih mengatakan penunjukkan sebagai sekolah anti perundungan itu merupakan tindak lanjut setelah dirinya sebagai kepala sekolah lolos kepala sekolah penggerak.

Di Sragen ada tiga Kasek yang lolos sebagai kepala sekolah penggerak, yakni SMAN 1 dan SMAN 2 Sragen.

Salah satu program di sekolah penggerak yang dicanangkan dari Kemendikbud Ristek adalah menjadi sekolah anti perundungan dan kekerasan.

Baca Juga :  Panglima TNI Mutasi Besar-Besaran 223 Perwira Tinggi, Puluhan Komandan Diganti, Berikut Daftar Lengkapnya!

“Nah dalam rangka itu, kami bersama Program Roots Indonesia mengadakan sosialisasi di sekolah. Ini program dari Kemendikbud Ristek kerjasama dengan Puspeka (pusat penguatan katakter),” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (23/9/2021).

Suranti menguraikan sosialisasi dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Jateng VI Disdikbud Jateng, Sunarno, Kasi SMA SLB, pengawas SMA/K, Supono serta narasumber dari Koordinator Anti Perundungan Kemendikbud, Ian Iapoh MR Simarmata.

Agen Anti Perundungan

Dari program ini, sekolah sudah membentuk agen anti perundingan yang digawangi oleh 30 siswa siswi.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Pabrik PT Sapi Gunung Sragen, Puluhan Karyawan Panik Berhamburan, Sementara Berhenti Operasi

Mereka dipilih dengan menggunakan U report dan bertugas memberikan pencerahan kepada teman-teman siswa lainnya terkait pencegahan bullying.

Para siswa itu nantinya akan mendapatkan bimbingan teknis selama 10 kali pertemuan langsung fasilitator nasional yang ditunjuk dari Kemendikbud.

“Mereka nanti yang memberikan pencerahan, memberi pemahaman dan mencegah agar tidak terjadi bullying di antara teman-temannya. Tujuan akhirnya untuk mengurangi perundungan yang ada di sekolah. Jadi anak biar nyaman di sekolah dan tidak ada lagi bullying dan kekerasan sehingga kehidupan di sekolah lebih harmonis,” terangnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com