JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Keren, PLTB Terbesar di Indonesia Bakal Dibangun di Sukabumi, Ditargetkan Rampung 2024

PLTB Sukabumi
Lokasi proyek PLTB Sukabumi di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jabar. Foto : istimewa

SUKABUMI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) terbesar di Indonesia bakal dibangun di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Proyek strategis ini ditargetkan kelar pada 2024 dan dapat diresmikan oleh Presiden Jokowi sebelum masa jabatannya berakhir.

Menurut rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (10/9/2021), Proyek PLTB Sukabumi berkapasitas 150 MW ini akan dibangun oleh perusahaan multinasional UPC Renewables. Perusahaan ini sebelumnya telah berhasil membangun kincir angin pertama di Indonesia, PLTB Sidrap, di Sulawesi Selatan.

Proyek PLTB Sukabumi 150 MW ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Provinsi Jawa Barat pada 2020 dan direkomendasikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Serta didukung oleh Pemkab Sukabumi untuk mendorong percepatan proses pengadaan yang akan dilakukan oleh PLN pada akhir 2021.

Baca Juga :  Survei LSI: Publik Mau Pejabat Terlibat Mafia Migor Dihukum Seumur Hidup

Dukungan terhadap proyek PLTB Sukabumi ini juga mendapat perhatian lebih. Menyusul kunjungan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ke lokasi usulan proyek di perbukitan Ciemas yang didampingi oleh perwakilan senior UPC Renewables pada Rabu (8/9).

Dalam kunjungannya, Uu menyampaikan harapan yang kuat agar pembangunan kincir angin ini dapat segera dilaksanakan. Sehingga investasi energi terbarukan dapat segera direalisasikan dan dioperasikan sesegera mungkin.

“PLTB Sukabumi ini kemungkinan akan menjadi PLTB terbesar di Asia Tenggara; ini anugerah dari Allah SWT karena Jawa Barat punya potensi luar biasa, maka kami tinggal menagih saja (ke Presiden Jokowi),” terang Wagub.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Prof Fahmi Idris Seorang Aktivis dan Pekerja Keras yang Bisa Masuk Semua Kalangan

Dia juga menambahkan proyek PLTB terbesar di Indonesia tersebut bisa menyerap ribuan tenaga kerja. Ini tentu saja bisa mendongkrak perekonomian warga setempat berkaitan dengan pemanfaatan objek wisata.

“Lebih dari 1.000 pekerja terlibat selama pengembangan dan konstruksi; dan sekitar 300 orang yang terlibat selama operasi, pasokan barang dan jasa lokal. Ditambah pemanfaatan sebagai obyek wisata maka akan ada lagi tambahan tenaga kerja dan lapangan usaha” lanjut Uu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua