JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Untung Wonogiri Belum Gelar PTM, Jadi Ketika Muncul Klaster di Daerah Lain Langkah ini yang Dilakukan Pemkab

Perwira TNI
Danrem 074 Warastratama Kolonel Inf Rudy Saladin (belakang kiri) bersama Bupati Joko Sutopo memantau percepatan vaksinasi. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebagaimana diketahui saat ini muncul klaster penularan COVID-19 dari pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah. Akhirnya PTM yang sudah sempat berjalan dihentikan.

Lantas bagaimana dengan Wonogiri? Apakah akan segera menggelar PTM atau ada langkah lainnya setelah kemunculan klaster di beberapa daerah?.

Kepada wartawan di Ruang Kahyangan komplek Setda Wonogiri, Jumat (24/9/2021), mengatakan sampai saat ini Wonogiri belum menggelar PTM. Saat ini pembelajaran masih jarak jauh.

“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan soal itu (PTM),” beber Bupati.

Baca Juga :  Cara Belajar Lalu lintas Menyenangkan Ala Dishub Wonogiri, Siswa Diajak Naik Bus Tingkat

Setelah kemunculan klaster daerah lain, secara internal Pemkab Wonogiri melakukan evaluasi sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait PTM.
Dari evaluasi itu akan ditemukan metode maupun strategi agar penularan COVID-19 bisa ditekan ketika PTM jadi digelar.

“Semua kita evaluasi, termasuk rencana penjadwalan penggelaran PTM. Tentu saja bersama dinas terkait,” ujar dia.

Saat ini pihaknya juga tengah menggencarkan vaksinasi. Salah satunya yang menyasar kepada kalangan pelajar. Pada pertengahan Oktober mendatang, target vaksinasi diperkirakan sudah mencapai 70 persen.

Baca Juga :  Bocah 7 Tahun Tewas Bermain Ranting Daun Singkong, Terjadi di Jetis Kidul Desa Bero Manyaran Wonogiri

Selain itu tracing maupun tracking terus digencarkan untuk menekan terus kasus penularan virus Corona.

Pria yang akrab disapa Jekek ini menerangkan, vaksinasi bagi siswa dan guru menjadi bentuk upaya pemerintah memberikan jaminan dan perlindungan saat mengikuti PTM. Pasalnya ketika sudah terbentuk antibodi jika ada siswa yang terpapar maka pengendaliannya mudah.

“Akan sangat berbeda kalau ada klaster lantas di sekitarnya belum tervaksin, bisa sangat cepat penularannya,” ujar Jekek.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua