JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sakit Hati Berkali-Kali Dikibuli Dukun, Warga Taraman Sragen Nekat Balas Dendam Pakai Sekoper Uang Palsu

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat memimpin konferensi pers ungkap uang palsu warga Taraman Sidoharjo di Mapolres, Kamis (23/9/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri kepemilikan koper berisi uang palsu milik Sutrisno (38) warga Dukuh Taraman RT 12, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen yang diamankan polisi sebulan silam akhirnya terungkap gamblang.

Sutrisno mengaku nekat membeli uang palsu untuk melampiaskan dendamnya kepada dukun palsu pengganda uang.

Modus itu terkuak saat tersangka dihadirkan di Mapolres Sragen dalam konferensi pers, Kamis (23/9/2021).

Konferensi pers dipimpin langsung Kapolres AKBP Yuswanto Ardi bersama Kasat Reskrim AKP Lanang Teguh Pambudi dan Kapolsek Masaran AKP Joko Widodo.

Advertisement
Baca Juga :  1.000 Warga Sragen Barat Antusias Ikuti Serbuan Vaksinasi Kerjasama Kodim dan Yayasan Tunas Amaliah. Bimo: Semoga Pandemi Segera Berakhir

Kapolres mengungkapkan tersangka Sutrisno diringkus usai terbukti menyimpan dan menguasai uang palsu senilai Rp 9,950 juta di dalam koper.

Koper itu diamankan ketika dilakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jirapan, Masaran, ketika polisi tengah melakukan pengungkapan kasus lain yang juga menyeret Sutrisno.

“Jadi saat tim melakukan pengungkapan kasus lainnya dan saat melakukan penggeledahan di sebuah rumah, ditemukan koper yang di dalamnya berisi uang palsu milik tersangka sejumlah Rp 9,950 juta,” papar Kapolres.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Perlintasan Jembluk Sumberlawang Sragen, Wanita Ditemukan Tewas Tertabrak Kereta Api, Tubuhnya Tercerai Berai

Gepokan uang itu terdeteksi palsu setelah dilakukan penyelidikan yang melibatkan saksi ahli dari Bank Indonesia (BI).

Kapolres menyebut untuk sementara, Sutrisno diketahui berperan sebagai pemilik uang palsu tersebut.

Sebab dari hasil penyelidikan, yang bersangkutan mengaku belum sempat mengedarkan atau membelanjakan uang palsu itu.

“Dari pengakuannya hanya untuk koleksi saja. Belum sempat dibelanjakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan berdasarkan keterangan tersangka, uang palsu itu dibeli dari seseorang melalui media sosial.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua