JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Waspadai Dampak Gempa Lewat Monumen Gempa 2006 di Cepoko Sawit (Bagian 1)

Monumen Gempa 2006 dibangun 11 tahun setelah kejadian. Dalam bangunan museum, terdapat beberapa dokumen dan barang milik warga yang menjadi korban saat gempa terjadi.

Melalui benda-benda dan dokumen tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada pengunjung betapa dahsyatnya gempa bumi yang terjadi tanggal 27 Mei 2006 lalu. Benda-benda itu merupakan saksi bisu dan bagian dari korban.

Baca Juga :  Tak Goyah Iman oleh Gratifikasi Fee, ASN Asal Pemkab Boyolali Terima Penghargaan KPK. Wakil Ketua KPK: Tidak Mudah!

“Saat awal-awal selesai dibangun, banyak pengunjung di Monumen. Sekarang saat pandemi seperti ini, masih juga ada pengunjung meskipun tidak banyak. Museum ini terbuka untuk umum,” tutur Kardiyo.

Karena terletak di tengah areal persawahan, pengujung bisa menentukan waktu kedatangan untuk mendapatkan pemandangan ekstra dari persawahan asri di sekitar museum. Waktu yang paling tepat mengunjungi monumen adalah pagi dan sore hari. (bersambung). Prihatsari

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua