JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Alasan Pemkab Wonogiri Tak Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Akses ke Obyek Wisata

Aplikasi
Desa wisata Conto Kecamatan Bulukerto Wonogiri. Foto : Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Setelah ditunggu cukup lama akhirnya objek wisata di Wonogiri kini resmi dibuka kembali. Sebelumnya seluruh obyek wisata di Wonogiri ditutup tanpa terkecuali.

Namun demikian ada sejumlah aturan yang mengikuti kebijakan pembukaan obyek wisata itu. Tapi ada pula pelonggaran yang berbeda dengan ketentuan di daerah lainnya.

Pembukaan objek wisata di Kota Sukses diizinkan sesuai dengan Instruksi Bupati (Inbup) Wonogiri Selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Wonogiri Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Wonogiri.

Dalam Inbup itu, fasilitas umum seperti area publik dan tempat wisata diizinkan dibuka. Tapi dengan kapasitas 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Baca Juga :  Catat, ini Lokasi Tes Perangkat Desa di Kecamatan Batuwarno Wonogiri

Selain itu ada aturan mengikat lainnya. Pengunjung dan pegawai obyek wisata wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin minimal dosis pertama untuk kepentingan skrining.

Aplikasi PeduliLindungi yang dipakai di sejumlah daerah, untuk sementara ini belum diterapkan di Wonogiri. Mengingat masih ada kawasan blank spot di Kota Gaplek.

“Daerah yang blank spot bagaimana? Makanya kami menerapkan dengan kartu vaksin,” ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek, Sabtu (9/10/2021).

Selain itu tidak bisa dipungkiri masih banyak warga yang tidak mempunyai smartphone yang menjadi prasyarat utama mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Pun demikian dengan para lansia yang disadari atau tidak belum familiar dengan penggunaan smartphone.

Baca Juga :  Ini 6 Obyek Wisata Paling Eksotis di Wonogiri, Nomor 4 Jadi Primadona

Sementara itu, aturan penerapan ganjil genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata tidak diterapkan di Kota Gaplek Wonogiri. Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek mengatakan kebijakan semacam itu bisa diterapkan di objek wisata yang ramai pengunjung seperti di Bogor. Potensi wisata di Kota Hujan sangat menarik banyak wisatawan sehingga ganjil genap cocok diterapkan disana untuk mengatur jumlah pengunjung.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua