JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Kemarau Memuncak di Wonosamodro, Boyolali. Warga Konsumsi Air Tak Layak

Camat Wonosamodro, Joko Suseno / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Meski saat ini sudah masuk bulan Oktober, namun dampak musim kemarau masih dirasakan oleh warga di kawasan Kecamatan Wonosamodro, Boyolali.

Akibat kekeringan yang memuncak, warga setempat pun terpaksa membeli air dari pengusaha air keliling dengan harga Rp 450.000/tangki dengan kapasitas 5.000 liter.

“Air bersih itu diambil dari sumber air di wilayah Kecamatan Karanggede,” ujar Camat Wonosamodro, Joko Suseno, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga :  Sebulan Lebih, Pelaku Perusakan SDN 2 Gunungsari, Boyolali Masih Teka Teki

Dijelaskan Joko, ada tujuh  desa yang masuk daerah rawan kekeringan di wilayah pemekaran dari Kecamatan Wonosegoro itu.

Advertisement

Tujuh daerah tersebut antara lalin Desa Bercak, Bengle, Garangan, Gunungsari, Kalinanas, Repaking dan Jatilawang.

Baca Juga :  Pembuat Konten Truk Oleng di Boyolali Diamankan. Masih Anak- anak, Pelaku Dapat Pembinaan

“Sedangkan tiga desa lebih aman yaitu, Kedungipilang, Ngablak dan Desa Gilirejo. Untuk Desa Jatilawang, sebagian wilayahnya masih bisa mengandalkan sumber air atau sumur,” ujar Joko.

Dijelaskan, kekurangan air bersih menjadi persoalan yang lama yang terjadi setiap musim kemarau.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua