JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Syarat Masuk Obyek Wisata Selama Pemberlakuan PPKM, yang Punya Bocil Wajib Perhatikan ini

Obyek wisata
Panorama memikat Desa Conto Kecamatan Bulukerto Wonogiri. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Berwisata bersama keluarga atau orang tercinta memang menyenangkan. Terlebih saat ini sejumlah daerah telah membuka obyek wisata yang sebelumnya ditutup lantaran lonjakan kasus COVID-19.

Namun demikian, wajib diketahui bahwa masuk ke obyek wisata selama pemberlakuan PPKM tidak sama seperti waktu normal. Ada sejumlah norma baru yang berlaku. Ini tentu saja sebagai penerapan protokol kesehatan pandemi COVID-19.

Norma ini ketat ditetapkan di Kabupaten Wonogiri. Untuk diketahui kabupaten ujung tenggara Jateng ini juga telah mulai membuka obyek wisatanya.

Selain masker dan bukti telah divaksin, pengunjung obyek wisata Kota Gaplek mesti menjaga tidak berkerumun. Caranya dengan menerapkan jumlah pengunjung di waktu yang sama di dalam obyek.

Semua pengelola obyek wisata mesti memiliki kesadaran yang sama bahwa pengunjung tidak boleh penuh. Harus ada batasan jumlah wajar sesuai norma pandemi. Ketika pengunjung yang masuk obyek sudah mencapai batas maksimal itu, pengelola menutup pintu masuk.

Baca Juga :  Catat, ini Lokasi Tes Perangkat Desa di Kecamatan Batuwarno Wonogiri

“Pengelola di bagian dalam bisa memakai kode untuk menutup pintu masuk misalnya. Tentunya agar tidak terjadi kerumunan di dalam (obyek wisata),” ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek, Senin (12/10/2021).

Dimintai tanggapan soal adanya ratusan pengunjung yang menyerbu Pantai Nampu Minggu (10/10) lalu, bupati yang akrab disapa Jekek ini mengatakan sejumlah pelonggaran memang sudah dilakukan saat Wonogiri masuk dalam PPKM level 2. Namun dia mewanti-wanti agar kelonggaran yang diberikan ini mengurangi kewaspadaan masyarakat terhadap COVID-19. Protokol kesehatan harus tetap dikedepankan.

Menurut Jekek, pihaknya belum begitu mengatur soal pengunjung yang merupakan anak-anak. Dia berharap hal itu tak menimbulkan persoalan baru. Prinsipnya, saat yang diatur adalah orang tua maka akan teredukasi dengan kebijakan dari pemerintah. Misalnya tak membawa anaknya untuk masuk ke objek wisata.

Baca Juga :  1 Warga Jadi Korban Longsor Cubluk Kelurahan Giritirto Wonogiri, Begini Kronologinya

Dengan begitu akan ada aspek kehati-hatian. Maka yang harus diperhatikan adalah jumlah pengunjungnya. Di lapangan pasti akan terjadi anak-anak yang masuk ke objek wisata. Karena itu pengelola objek wisata juga harus memperhitungkan kapasitas pengunjung.

Sementara Capaian vaksinasi di sejumlah kecamatan di Wonogiri sampai saat ini masih di bawah 70 persen. Penyebabnya beragam salah satunya soal perantauan. Pemkab Wonogiri juga tengah menyusun rencana pembolehan hajatan di aglomerasi desa di tingkat kecamatan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua