JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

24 Desember – 2 Januari PPKM Level 3 Diterapkan Serentak, Pemerintah Diminta Waspadai Mobilitas Sebelum Itu

Yang pasti, kata Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini, untuk mengantisipasi lonjakan akibat libur Natal dan tahun baru, masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan 3M dan 5M.

Kemudian memeriksakan diri jika ada gejala atau kemungkinan kontak atau sesudah bepergian dari negara yang sedang tinggi kasusnya.

“Untuk yang belum divaksinasi agar segera divaksinasi,” ujarnya.

Di sisi pemerintah, Tjandra menyarankan agar mengatur PPKM sesuai level yang ada dan meningkatkan jumlah tes. Saat ini, menurut dia, terkesan jumlah total tes seperti sudah memadai. Namun, masih banyak daerah yang belum mencapai target tes dan pelacakan.

Baca Juga :  Laporan terhadap Gibran dan Kaesang Masih Dianalisis KPK

Tjandra juga menyarankan agar pemerintah meningkatkan pemeriksaan whole genome sequencing untuk mendeteksi kemungkinan varian baru. Sampai 18 November 2021, Indonesia sudah memasukkan 8.839 sampel WGS virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ke GISAID, yang mengkompilasi data dari seluruh dunia.

Selain itu, vaksinasi juga harus digalakkan, apalagi sekitar 60 persen penduduk dari target vaksinasi Covid-19 belum mendapatkan suntikan lengkap. Juga ada 70 persen lansia dari target vaksinasi yang belum mendapat dosis lengkap.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Efektivitas Pengendalian Omicron Percepat Pemulihan Ekonomi

Mengenai mobilitas orang dari luar negeri, Tjandra menyampaikan 3 cara pengendalian. Ketiganya ialah pengetatan pemeriksaan di pintu masuk negara di kantor kesehatan pelabuhan (KKP), pemberlakuan masa karantina yang memadai, dan pemantauan bagi mereka yang sudah selesai karantina.

“Setidaknya sampai 7 atau 14 hari kemudian,” katanya ihwal kebijakan PPKM Level 3.

www.tempo.co

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua