JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

27.953 Siswa SD di Sragen Dibidik 3 Imunisasi Serentak Mulai Hari Ini. Bahaya Penyakit Campak, Tetanus dan Difteri Ternyata Bisa Sebabkan Kelumpuhan Hingga Kematian!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau pelaksanaan imunisasi BIAS di SDN 1 Sragen, Selasa (30/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 27.953 siswa sekolah dasar (SD) di Sragen akan menjadi sasaran dalam program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) tahun 2021.

Program imunisasi massal itu dimulai sejak Selasa (30/11/2021) dan dibuka resmi oleh Bupati Sragen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto mengatakan untuk program imunisasi ini, sasarannya adalah 13.178 siswa kelas 1, 13.540 siswa kelas 2 dan 14.413 siswa kelas 5.

Total keseluruhan sasaran pada BIAS kali ini tercatat sebanyak 27.953 siswa. Para siswa akan disuntik imunisasi yang berbeda.

Siswa kelas 1 akan disuntik dengan vaksin Measles dan Rubella (MR) atau campak. Selain itu, mereka juga akan disuntik vaksin DT atau Dipteri Tetanus.

Baca Juga :  Waspada Omicron, Satu Warga Sragen Positif Terkonfirmasi Covid-19. DKK Masih Tunggu Hasil WGS!

“Untuk siswa kelas 2 dan 5 akan disuntik dengan vaksin Tetanus atau TD. Penyuntikan dua jenis vaksinasi untuk kelas 1 itu akan dilakukan dengan jeda waktu satu bulan dari vaksinasi pertama.

“Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada anak usia SD dari penyakit Measles Rubella (campak), Difteri dan Tetanus,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (30/11/2021).

Bahaya Penyakit Campak dan Difteri

Hargiyanto menguraikan imunisasi MR adalah pemberian kekebalan pada anak untuk mencegah penyakit Measles Rubella (campak). Pentingnya imunisasi MR karena untuk menghindarkan anak dari risiko cacat hingga kematian.

Imunisasi DT juga turut diberikan ulang pada anak sekolah kelas 1 SD dengan jarak pemberian imunisasi MR minimal 1 bulan.

Baca Juga :  Ibu dan Menantu di Gemolong Sragen yang Positif Covid-19 Karena Menolak Divaksin Masih Dirawat di Rumah Sakit. Gejalanya Pusing, 5 Anggota Keluarga Diisolasi
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau pelaksanaan imunisasi BIAS di SDN 1 Sragen, Selasa (30/11/2021). Foto/Wardoyo

Imunisasi DT sangat diperlukan mengingat masih dijumpai kasus Difteri pada umur 10 tahun. Imunisasi DT dapat diberikan lagi saat anak berusia 12 tahun.

Imunisasi ini sangat penting diberikan karena Difteri merupakan penyakit infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan. Tidak hanya itu saja, penyakit ini membentuk lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan, yang dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Bahkan yang lebih parahnya lagi menyebabkan kerusakan saraf, ginjal dan jantung,” jelasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua