JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Endus Kejanggalan Nilai, Peserta Seleksi Perangkat Desa Padas Tanon Rame-Rame Tuntut Seleksi Ulang. Panitia Ditantang Berani Buka-Bukaan!

Para peserta seleksi perangkat desa dan tokoh masyarakat serta BPD Desa Padas, Tanon, saat menggeruduk balai desa untuk beraudiensi terkait indikasi kejanggalan penilaian, Sabtu (20/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Panitia seleksi penjaringan penyaringan perangkat Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen diminta berani transparan dan membuka nilai para peserta secara.

Tidak hanya itu, para peserta juga menuntut digelar seleksi ulang jika memang panitia dan LPPM tak bisa menjelaskan atas serangkaian kejanggalan proses seleksi.

Salah satu peserta seleksi, Joni Baskoro mengatakan langkah mendatangi ke balai desa, sebenarnya tak akan dilakukan jika sejak awal panitia bisa fair dan terbuka.

Ia menegaskan aksi itu semata-mata demi mencari kejelasan atas indikasi kejanggalan penilaian yang membuat proses seleksi dinilai tidak transparan.

“Bukan berarti kami ingin bikin gaduh atau tidak menerima kegagalan. Tapi yang jadi poin utama, ada proses yang tidak dilakukan secara transparan yaitu penilaian prestasi. Itu yang akhirnya memunculkan prasangka,” paparnya kepada wartawan, Sabtu (20/11/2021).

Baca Juga :  Bupati Sragen Sebut WFH PNS Tidak Efektif. Mulai 24 Desember- 2 Januari PNS Nekat Luar Kota Bakal Disanksi!

Joni yang mendaftar di formasi Kasi Kesra, menuturkan pada intinya peserta hanya ingin semua terbuka. Sehingga kalaupun kalah atau gagal, semua akan bisa menerima dengan legawa.

Ia juga masih ingat imbauan Camat yang diawal berpesan yang mendaftar harus siap menang dan kalah. Namun panitia mestinya juga konsekuen untuk menjaga proses dan semua tahapan secara transparan.

“Dalam kompetisi itu menang kalah sudah biasa. Tapi menangnya juga harus dengan cara ksatria. Kalau dari awal tahapan berkas dan penilaian dilakukan terbuka dan disampaikan transparan, pasti semua akan bisa menerima. Tapi ketika ada satu nilai yang janggal, otomatis hasilnya juga patut diragukan. Dan itu bisa berpengaruh ke nilai yang lain. Sah-sah juga kan kalau kemudian muncul pertanyaan jangan-jangan nilainya sudah diolah,” urainya.

Baca Juga :  Pengisian Perangkat Desa Gabus Sragen Diterpa Isu Panas. Santer Beredar Calon-calon Pingitan hingga Tarif Rp 500 Juta, Anak Pak Kades Tak Luput Jadi Perbincangan

Atas kondisi itu, pihaknya meminta agar panitia berani membuka semua proses penilaian. Mulai dari nilai ujian tertulis CAT dari LPPM, ujian komputer dan terutama nilai prestasi yang dicurigai sarat ketidakberesan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua