JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ironi SD di Pedesaan Sragen, Pajangannya Tulisan “Kelasku Adalah Surgaku”, Bangunan Kelasnya Malah Mirip Kandang Ayam

Kondisi ruangan kelas di SDN Kebonromo Ngrampal yang kayunya sudah patah, lapuk dan dikosongkan karena bangunannya nyaris ambruk. Padahal di depan kelas masih terpampang pajangan tulisan motivasi "Kelasku Adalah Surgaku". Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah potret miris dunia pendidikan di Sragen mencuat di Dssa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Betapa tidak, sebuah SD yang puluhan tahun menjadi andalan warga untuk menyekolahkan putra-putri mereka kondisinya sangat memprihatinkan.

SD itu adalah SDN Kebonromo 3. Selama hampir 9 tahun, empat lokal ruangan kelas di SD itu terbiarkan rusak tanpa tersentuh penanganan.

Kondisi itu sangat ironis dengan mimpi besar para siswa yang ingin belajar dengan nyaman. Mimpi itu bahkan sempat ditulis dalam sebuah papan yang dipajang di depan ruang kelas.

Tulisannya “Kelasku Adalah Surgaku”. Dilihat dari kondisinya, tulisan motivasi itu terlihat sudah lama dipajang. Hal itu terlihat dari kondisi kertas dan tulisan warna warni yang sudah agak memudar.

Baca Juga :  Sudah Ditinggal Pergi dan Digugat Cerai, Suami Penjual Siomai Cantik asal Sragen Merasa Masih Difitnah di Persidangan. Ungkap Ada 3 Kejanggalan

Tulisan itu kebetulan dipajang tepat di depan ruang kelas III yang kondisinya sudah lapuk dan nyaris roboh.

Karena kondisinya sudah membahayakan, kelas itu sudah setahun terakhir terpaksa dikosongkan dan siswa dipindahkan belajar ke musala sekolah.

“Iya, tulisan itu sudah ada sejak dulu. Enggak tahu juga. Kenapa justru kelas itu yang rusak. Waktu saya masuk pertama kali bertugas di sini kondisinya sudah rusak. Saya sampai nangis, Ya Allah sekolah kok seperti kandang pitik (ayam),” ujar Sri Mulyati, Kepala SdN Kebonromo 3 Ngrampal kepada Joglosenarnews.com, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga :  PSHT Sragen Berduka, Salah Satu Sesepuh Mas Tarsan Umar Hadi Tutup Usia. Ribuan Pelayat Tumpah Ruah Mengantar ke Pemakaman

Kasek menuturkan sebenarnya pihak sekolah tak tinggal diam. Dua kali sudah proposal perbaikan diajukan ke Dinas Pendidikan kabupaten.

Kemudian dua kali pula diajukan lewat anggota DPRD, Tono yang kebetulan berdomisili tak jauh dari sekolahnya.

Namun hingga kini, harapan agar sekolahnya mendapat anggaran untuk perbaikan, masih sebatas harapan.

“Kami sendiri sudah 2 kali laporan ke dinas. Bahkan dulu sorenya sudah ditindaklanjuti ke sini ngefek sama pengawas dan korwil laporan ke dinas. Tapi sampai sekarang juga belum dapat. Terakhir bangunan ini direhab tahun 2012 waktu itu cuma dikuliti saja nggak direhab bangunannya,” terang Sri.

Tulisan SD gapok (rapuh) yang diduga merupakan ungkapan kekesalan siswa tampak menghiasi kaca jendela di ruangan kelas yang rusak dan nyaris ambruk di SDN Kebonromo 3. Foto/Wardoyo
Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua