JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Pilu Pengusaha di Sragen, Peralatan Usahanya Dihancurkan Segerombolan Orang Hingga Rugi Rp 15 M Saat Anaknya Kritis. 2 Tahun Laporan ke Polisi Justru Berakhir Tragis

Yohanes Irwan (kiri) saat didampingi kuasa hukumnya Dadang Danie, ketika memberikan keterangan kepada awak media. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pengusaha penggilingan batu yang menjadi korban pencurian disertai perusakan bernama Yohanes Irwan Cahya Nugraha (39) mempertanyakan penanganan laporannya di Polres Sragen.

Pasalnya, laporan kasus yang dialaminya dua tahun lalu di Sambirejo Sragen, justru berakhir dengan penghentian penyidikan.

Padahal akibat kejadian itu, pengusaha asal Mantrijeron, Jogjakarta itu mengalami kerugian tak sedikit, hampir Rp 15 miliar lebih.

Hal itu terungkap dari curahan hati Irwan saat didampingi kuasa hukumnya, Dadang Danie kepada awak media, Kamis (18/11/2021).

Kuasa hukum korban, Dadang mengungkapkan korban terpaksa angkat bicara lantaran merasa ada ketidakadilan yang dialaminya.

Dua tahun perjuangannya melaporkan perkara pencurian aset dan perusakan yang dilakukan sejak 2 Agustus 2019 ke Polres Sragen dan Polda Jateng, ternyata berakhir sia-sia.

“Klien kami dipaksa menghentikan langkahnya setelah Polres Sragen mengeluarkan surat penghentian penyelidikan dengan alasan tidak jelas” papar Dadang.

Baca Juga :  Galian C Ilegal di Sragen Merajalela, Komisi III DPRD Desak DLH dan DPUPR Berani Tegas. Penambangan di Kedawung Langsung Ditutup Sebelum Disidak

Penghentian itu diketahui dari Surat Penetapan Penghentian Penyelidikan (SP2 Lid) dengan Nomor SK.Lidik/235.E/IX/2021/Reskrim oleh Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi SH SIK MSi yang diterima kliennya.

20 Saksi dan 64 Lembar Bukti

Ia pun heran, penghentian laporan diberikan dengan alasan tidak masuk akal. Yakni laporan yang dibuat korban dinilai tidak memenuhi unsur yang dipersangkakan yakni pasal 362 KUHP.

Padahal semua alat bukti sudah disertakan mulai dari foto terjadinya pencurian dan pengrusakan.

Salinan 64 lembar nota invoice sebagai bukti kepemilikan perlengkapan stone crusher juga sudah diserahkan pada kepolisian sebagai bukti pelengkap laporan kala itu.

“Selain itu lebih dari 20 saksi telah diperiksa petugas dalam kasus ini. Tapi mengapa hanya dengan alasan tidak memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan Polres Sragen menghentikan penyelidikan. Lalu selama dua tahun ini apa saja yang telah dikerjakan?,” urai Dadang.

Baca Juga :  Berawal dari Hobi, Pensiunan PNS Asal Sragen Ini Sukses Raup Puluhan Juta dari Burung Kutut. Koleksinya Sudah Ratusan Pasang, Yang Istimewa Berharga Sampai Jutaan

Ia mengungkapkan kasus ini berawal ketika Irwan melaporkan kasusnya ke Polda Jateng dua tahun lalu dengan Laporan Polisi No: LP/B/281/VIII/2019/Jateng/Dit Reskrimum.

Laporan ini menyusul terjadinya tindak pencurian dan perusakan pada 27 Juli 2019 sekitar pukul 10.00 WIB di lokasi usaha milik Irwan di Jambeyan, Sambirejo, Sragen.

Kala itu kebetulan Irwan tidak di lokasi karena sedang menunggu anaknya yang sedang kritis di RS Pratama Jogyakarta.

Kasus pencurian dan perusakan itu kemudian dilaporkan oleh Welly (mandor PT Flash) yang ada di lokasi kejadian.

Dalam laporannya, Welly mengungkap mendadak didatangi segerombolan orang dengan menggunakan kendaraan masuk ke lokasi stock fields di Dusun Ngrejeng, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua