JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menko Airlangga: Pemerintah Dorong Usaha Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh untuk Bangkit

Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah terus berupaya untuk menelurkan kebijakan yang bisa memberikan kemudahan bagi usaha terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umroh.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlanggaa Hartarto saat menerima audiensi dari Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umroh (SATHU).

Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga mendengarkan aspirasi dari para pengurus dan anggota SATHU terkait nasib para jamaah yang dalam dua tahun terakhir belum bisa berangkat umroh.

Sekalian, audiensi tersebut juga membahas masalah perpajakan untuk Jasa Keagamaan dan penerapan aturan turunan Undang-undang Cipta Kerja bagi usaha travel haji dan umroh.

Menurut penjelasan Forum SATHU, saat ini pelaku usaha di bidang penyelenggaraan Umroh dan Haji Khusus, jumlahnya cukup besar.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Didorong Mandiri dan Mampu Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Sekitar

Setidaknya ada sebanyak 339 PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus), 1.504 PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh) dan 1.700 KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh).

Jika diakumulasi secara total, jumlahnya menjadi 3.523 badan usaha dalam penyelenggaraan umrah dan haji, dengan perkiraan jumlah karyawan sebanyak 17.615 orang.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sudah hampir dua tahun Jemaah haji dan Umroh tidak berangkat, dan harapan masyarakat untuk pembukaan kesempatan beribadah Umroh dan Haji dibuka kembali sangat besar.

Menko Airlangga menyampaikan, Pemerintah Arab Saudi telah memberikan sinyal untuk membuka kembali bagi jamaah Umroh dan Haji ke Tanah Suci.

Hal itu sebagaimana telah disampaikan Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia melalui Nota Diplomatik yang dikeluarkan pada 8 Oktober 2021 yang lalu.

Baca Juga :  Menko Airlangga Hartarto: Artificial Intelligence Bantu Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

“Namun hal ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut antar kedua negara,” papar Menko Airlangga, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Vaksinasi dengan 4 Jenis

Di masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Arab Saudi juga mensyaratkan vaksin bagi para peserta ibadah Umroh maupun Haji.

Pemerintah Arab Saudi menggunakan 4 jenis vaksin, yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna dan Astra Zeneca, dan mengakui 6 jenis vaksin dengan ditambah Sinoparhm dan Sinovac.

Bagi jamaah Haji dan Umroh yang menggunakan salah satu dari keempat vaksin yang dipakai di Arab Saudi, maka yang bersangkutan dapat langsung menjalankan ibadah Umroh.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua