JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Meski Covid-19 Melonggar, Kredit Bermasalah BPR BKK Tasikmadu Rp 19 Miliar Jalan di Tempat

Bupati Karanganyar, Juliyatmono melakukan pengundian di BPR BKK Tasikmadu / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Meski recovery ekonomi mulai tumbuh pasca pandemi Covid-19,  namun kredit bermasalah di BPR BKK Tasikmadu, Karanganyar, Jateng masih tinggi, mencapai Rp 19 miliar.

Sementara, sampai dua tahun ini,  sama sekali belum ada pembayaran kredit satupun dari sebanyak 300 debitur.

Tak pelak, jika kredit bermasalah itu hingga akhir Maret 2023 tidak terbayar, maka kondisi tersebut masuk kategori kredit macet.

Pasalnya, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) menyebutkan,  batas toleransi relaksasi utang yang terjadi jelang pandemi Covid-19 hingga masuk pandemi Covid-19 hanya sampai akhir maret 2023.

Baca Juga :  Haus Hiburan, Kejuaraan Binaraga dan Angkat Besi di Karanganyar Banjir Peserta

Direktur BPR BKK Tasikmadu, Didik Darmadi mengatakan guna mengantisipasi kredit bermasalah tersebut, pihaknya pada akhir tahun ini akan melakukan evaluasi.

Direktur BPR BKK Tasikmadu, Didik Darmadi, SE, MM / Foto: Beni Indra

“Ya memang kredit bermasalah masih di angka Rp 19 miliar. Untuk itu evaluasi akhir tahun nanti akan menentukan termasuk dibuat formula baru untuk meringankan debitur,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (17/11/2021).

Baca Juga :  Bacakan Pernyataan Sikap, Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Karanganyar Desak Pemecatan Junimart Girsang

Adapun formula baru itu lanjut Didik Darmadi dibuat beberapa alternatif skema pinjaman berdasar peningkatan recovery ekonomi,  karena sejak Covid-19 melonggar ini mayoritas debitur itu dari UMKM dan 70% adalah perantauan luar kota.

Dengan begitu,  peluang usahanya bangkit lagi sangat mungkin maka pihaknya justru berpikir menambah modalnya melalui utang dengan perjanjian mengikat demi tujuan agar bisa membayar utang sebelumnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua