JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nilai Ujian CAT Tak Dimunculkan, Seleksi Penjaringan Perangkat Desa di Karangasem Tanon Diwarnai Protes. Peserta Pertanyakan Validitas Nilai

Ilustrasi ujian tertulis CAT. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah peserta seleksi penjaringan penyaringan perangkat desa di Desa Karangasem, Kecamatan Tanon, Sragen mempertanyakan transparansi pelaksanaan ujian tertulis.

Pasalnya, nilai ujian yang digelar dengan sistem computer assisted test (CAT) itu tidak langsung muncul di monitor komputer.

Peserta pun curiga dengan validitas nilai ujian tertulis tersebut yang baru diketahui dalam bentuk nilai jadi saat pengumuman.

Keluhan itu salah satunya diungkapkan Khoirul Anwar (21) pelamar formasi Kebayan III. Ia menyebut di formasi ini, ada 3 pelamar yang mengikuti tes termasuk dirinya.

Meski hasil seleksi sudah diumumkan pada 19 November lalu, hingga kini masih ada ganjalan di benak hampir sebagian peserta. Terutama soal transparansi nilai ujian tertulis CAT.

“Setahu saya, tes CAT itu begitu selesai mengerjakan, nilai langsung muncul di komputer. Saya juga pernah ikut tes CAT di Semarang juga nilainya langsung muncul. Tapi kemarin pas ujian tertulis CAT di UMKU (Universitas Muhammadiyah Kudus) itu kok enggak. Selesai ujian, komputer langsung log out dan nilai nggak dimunculkan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (30/11/2021).

Baca Juga :  Gunung Kemukus Cetak Rekor Dikunjungi 12 Bus Santri, Menteri Sandiaga Uno Langsung Angkat Jempol. Ke Kemukus karena Takhayul No!

Khoirul yang menduduki ranking 3 di formasi Kebayan 3, tidak mempersoalkan pemenang. Akan tetapi ia melihat ada proses yang tidak sesuai aturan yakni pada ujian CAT.

Menurutnya dengan nilai tidak dimunculkan seusai ujian, hal itu akhirnya memunculkan pertanyaan soal transparansi nilai dari peserta.

“Peserta kan jadi nggak tahu nilai kita dapat berapa. Kita baru tahu nilainya ketika sudah diumumkan panitia. Wajar kan kalau kemudian ada pertanyaan jangan-jangan nilai CAT itu sudah diolah. Karena nilai asli kita dapat berapa kan tidak pernah dimunculkan di komputer,” terangnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Ustadz Ponpes Daarul Qur'an yang Meninggal Kecelakaan di Tol Ternyata Mau Perjalanan ke Gondang Sragen. Ini Rencana yang Akan Dilakukan!

Dirinya dan mayoritas peserta juga kaget saat mengetahui nilai tidak dimunculkan di komputer. Hanya saja, hampir sebagian besar tidak berani memprotes.

Mekanisme CAT itu juga berbeda dengan ujian CAT seleksi desa lain di LPPM UNS dan UMS. Di mana hasil krosceknya ke beberapa peserta yang ujian CAT di UNS dan UMS, nilai langsung keluar di monitor komputer begitu ujian selesai dikerjakan.

“Kami enggak sempat tanya panitia, kami pikir ya sama dengan lainnya. Tapi ternyata yang ujian di UNS dan UMS nilai CAT dimunculkan di komputer. Yang di UMKU ini kenapa enggak. Ini ada apa,” ujarnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua