JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penuhi Panggilan DPRD, Petinggi LPPM UMS Dicecar Soal Kejanggalan dan Indikasi Rekayasa Nilai Seleksi Perdes. Ketua Komisi I: Mereka Membantah Tapi Kami Punya Catatan!

Surat aduan ke Presiden Jokowi dari peserta seleksi perangkat desa di Gabus, Ngrampal, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM DPRD Sragen akhirnya memenuhi janji memanggil pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Pemanggilan dilakukan menyusul banyaknya aduan ke DPRD perihal hasil seleksi perangkat desa (Perdes) yang menggandeng LPPM UMS berakhir memicu protes serta masalah.

Tim LPPM UMS hadir di DPRD Sragen pada Selasa (28/12/2021). Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , ada tiga orang dari LPPM yang hadir.

Yakni Ketua LPPM Prof Sardjito, Humas UMS Budi Santoso dan satu personel lainnya.

Baca Juga :  Fenomena Ratusan Angkutan Umum di Sragen Hilang Misterius. Tinggal 5 % yang Bertahan Hidup Segan Mati Tak Mau

Di DPRD, mereka diterima oleh Komisi I yang dipimpin Ketuanya, Thohar Ahmadi. Pemanggilan berlangsung tertutup.

Sekitar satu jam lebih, tim LPPM dicecar dan diklarifikasi oleh Komisi I.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Thohar membenarkan telah memanggil LPPM UMS. Pemanggilan menindaklanjuti surat dari Ketua DPRD perihal adanya aduan dan masukan dari masyarakat terkait penyelenggaraan seleksi Perdes yang menggandeng LPPM tersebut.

Beberapa aduan itu datang dari Desa Gabus Ngrampal, Tanggan Gesi, Padas Tanon, Mondokan hingga Masaran.

“Karena mayoritas yang diadukan dan masukan itu yang diselenggarakan LPPM UMS, makanya atas perintah Pak Ketua, kita panggil LPPM UMS. Kemarin ada surat masuk di antaranya dari Gabus dan Tanggan,” paparnya Kamis (30/12/2021).

Baca Juga :  Bakal Serap 35.000 Pekerja, Semua Buruh Pabrik Sepatu Korea di Tanon Sragen Dijamin Langsung Diangkat Karyawan Tetap

Membantah Aduan dan Kejanggalan

Legislator asal Golkar itu menguraikan oleh Komisi I, tim LPPM diklarifikasi perihal beberapa aduan dari peserta di sejumlah desa.

Di antaranya perihal soal ujian yang diduga ditandai dengan kode khusus, kemudian tidak adanya ujian praktik komputer yang diadukan peserta di Desa Gabus.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com