JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Terkait Rencana Pemkot Solo Lanjutkan Pengelolaan Sriwedari, Ahli Waris Nilai Sebagai Provokasi

Ilustrasi Taman Sriwedari. Dok/Ari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ahli waris tanah Sriwedari menilai Pemkot Solo melakukan provokasi jika ingin tetap melanjutkan pengelolaan lahan Sriwedari. Untuk itu, ahli waris meminta pemkot Solo untuk menghentikan niat tersebut karena masuk kategori melanggar hukum.

Kuasa Hukum Ahli Waris Tanag Sriwedari, Anwar Rachman mengatakan, pihaknya menegur Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani atas pernyataannya yang akan membangun bangunan diatas tanah sriwedari milik sah ahli waris. Dia menilai hal itu tidak bisa dilakukan karena melanggar hukum yakni merupakan tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Klinik Kecantikan Derma 9 Hadir di Solo. Layani Berbagai Perawatan dengan Harga Terjangkau Tapi Berkualitas

“Serta menyebarkan kabar bohong kepada masyarakat melalui media bahwa tanah Sriwedari telah menjadi milik sah Pemkot dan saat ini telah menjadi milik publik serta mengadu masyarakat dengan ahli waris yakni menyeret persoalan hukum tanah Sriwedari ke ranah politik. Untuk itu ahli waris akan menuntut secara pidana masalah dimaksud untuk membuktikan dan mendidik masyarakat bahwa hukum masih berlaku di Solo dan Solo adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan NKRI,” paparnya, Senin (27/12/2021).

Baca Juga :  Ganjar Rajin Sambangi CFD Solo yang Didatangi Ribuan Warga, Kali Ini Ikut Menari dalam Tarian Kolosal Gatot Kaca

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyikapi niat ahli waris yang akan mempidanakan Pemkot Solo tersebut dengan santai. Gibran kembali menegaskan akan tetap memperjuangkan lahan Sriwedari untuk menjadi ruang publik.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua