JOGLOSEMARNEWS.COM Netizen

Viral! Wanita Ini Diselingkuhin Bukannya Sedih Tapi Malah Diangkat Jadi Topik Skripsi!

tangkapan layar akun tiktok @atdbp

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Bagi mahasiswa yang sedang menjalani semester akhir tentu diwajibkan menulis skripsi sebagai syarat memenuhi gelar sarjana. Topik yang dipilih pun bebas tergantung mahasiswanya.

Baru-baru ini medio sosial TikTok baru saja dihebohkan oleh seorang wanita yang membuat topik tak biasa. Topik yang ia pilih mengenai perselingkuhan. Yang lebih mengagetkan adalah skripsi tentang perselingkuhan dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya.

Setelah ditelusuri lebih jauh, wanita itu bernama Anselma Tesalonika Demosta Beloved Purba atau kerap disapa Tesa oleh teman-temannya. Ia berumur 25 tahun dan berasal dari Selatan.

Skripsi tersebut telah ditulis saat ia masih menjadi mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah.

Dalam unggahannya, wanita ini menceritakan bagaimana kisah cinta yang begitu menyedihkan. Ia pun menjelaskan bahwa semasa menjalani hubungan dengan kekasihnya, ia diselingkuhi ketika menjadi mahasiswa.

Namun, cewek ini memutuskan untuk tidak terpuruk karena patah hati. Sebaliknya, ia menjadikan pengalaman pahit diselingkuhi itu untuk bahan skripsinya.

“Siapa yang pernah diselingkuhi tapi malah jadiin pengalamannya topik skripsi? Dipublikasi lagi,” tulisnya dalam unggahan TikTok.

Dalam unggahannya ia juga membeberkan judul skripsi yang berhasil ia kerjakan adalah “Hubungan Antara Kecerdasan Dengan Forgiveness Pada Remaja Yang Putus Cinta Akibat Perselingkuhan”.

Dalam skripsinya, ia berusaha meneliti penyebab seorang remaja memaafkan kekasih yang selingkuh kepada orang lain.

“Putus cinta akibat perselingkuhan merupakan salah satu kasus mengapa remaja sulit untuk memberikan pemaafan pada orang yang telah menyakitinya,” tulis wanita ini dalam sebuah jurnal yang menjadi syarat untuk skripsi.

Perlu diperhatikan bahwa ternyata kecerdasan emosional bagi remaja yang mengalami putus cinta sangat penting. Kecerdasan emosional yang tinggi tentu membuatnya cepat berdamai dengan seseorang yang berbuat salah.
“Maka dari itu, perlu adanya kecerdasan emosi para remaja sebagai upaya melepaskan unforgiveness dan dapat berdamaii dengan orang yang telah menyakitinya,” lanjutnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua