JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kepercayaan Polisi di Mata Publik Terpuruk, Kapolri Ingatkan Semua Pimpinan Tak Gengsi Temui Warga. “Dengan Siapapun Tanpa Pandang Status Sosial!”

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberi paparan dalam vicon Anev tahunan di Jakarta. Foto/Humas Polri

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerukan semua jajarannya untuk tidak gengsi atau enggan menemui warga yang ingin berkomunikasi.

Semua jajaran juga diharapkan tidak anti kritik namun selalu introspeksi dan memperbaiki kinerja demi meningkatkan kepercayaan publik.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menggelar Video Conference (Vicon) analisa dan evaluasi kepada seluruh jajaran di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/1/2022).

Dalam kegiatan itu, Kapolri memberikan arahan untuk menjadi institusi Korps Bhayangkara semakin dicintai dan diharapkan oleh masyarakat.

Seluruh personel kepolisian diharapkan menyiapkan program dan terus melakukan perbaikan pelayanan publik di 2022.

Baca Juga :  Semarakkan HUT Sragen, 40 Pelari Adu Cepat Sampai Gunung Kemukus. Dari yang Usia 12 Tahun Sampai Kepala Tujuh

Menurut Sigit, semangat perubahan itu sebagaimana dengan transformasi Polri yang Presisi. Dewasa ini, kepolisian mau tidak mau harus melakukan perubahan untuk mewujudkan polisi yang diharapkan dan dicintai oleh masyarakat.

“Kemudian dihadapkan dengan bagaimana menuju transformasi Polri yang Presisi. Terkait dengan posisi Polri di mata masyarakat, tingkat kepercayaan dan kepuasan, tadi sudah kita ukur. Dinamika yang ada, kapan kepuasan, kepercayaan publik meningkat dan kapan kepercayaan publik itu turun,” ujar Kapolri seperti dirilis Humas Polri, Rabu (12/1/2022).

Guna menjaga kepercayaan publik, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau pelanggaran.

Sigit menginginkan, personel kepolisian menjadi sosok yang memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baca Juga :  Terus Meluas, Wabah Penyakit PMK di Sragen Bertambah Jadi 39 Sapi Positif. Menyebar di 10 Kecamatan

Polisi juga diharapkan mampu menyelesaikan masalah di lapangan, menjadi problem solver, menegakan hukum dengan tegas dan humanis. Serta menjadi representasi kehadiran negara di kala masyarakat membutuhkan kehadiran Polri.

“Dimana Polri harus hadir dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan adanya nilai keadilan harus terus ditingkatkan. Khususnya responsif terhadap apa yang menjadi kemauan masyarakat,” ucap Sigit.

Dalam evaluasi ini, Sigit menekankan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja lebih keras lagi meningkatkan kepercayaan publik yang belakangan ini menurun.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua