Beranda Info Penting Mengapa Beras Dicuci Sebelum Dimasak? Ini Alasannya

Mengapa Beras Dicuci Sebelum Dimasak? Ini Alasannya

Ilustrasi beras. Pixabay

JOGLOSEMARNEWS.COM — Langkah pertama sebelum memasak nasi adalah mencuci beras terlebih dahulu. Hal ini telah jamak dilakukan banyak orang. Tujuan mencuci beras adakan untuk memastikan tak ada lagi kotoran yang terdapat pada beras.

Lazimnya sebelum memasak nasi, beras dicuci sebanyak dua atau satu kali. Tetapi apakah kebiasaan ini sudah tepat?

Dilansir dari laman Inverse, dalam sebuah laporan disebutkan beras menyumbang 20 persen energi yang dikonsumsi manusia di seluruh dunia. Angka ini jauh lebih besar daripada gandum dan jagung, bahan utama dalam roti dan tepung jagung.

Dalam setiap butir beras terdapat nutrisi penting seperti serat, vitamin B (tiamin, riboflavin, dan niasin), serta karbohidrat. Menurut Wisnu Adi Yulianto dalam buku Kimia Beras: Biosintesis dan Sifat Fungsional Pati (2021), kandungan kimia yang ada dalam serealia, termasuk beras, sangatlah beragam. Hal ini didasarkan pada lingkungan, tanah, serta varietasnya.

Baca Juga :  Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Mei 2026, Total Hari Libur Tembus 2 Digit

Organisasi Pangan dan Pertanian Amerika Serikat menyebut, mencuci beras sebelum dimasak akan menyebabkan protein dalam beras serta nutrisi lain terbuang percuma.

Tetapi, ilmuwan tanah lingkungan di University of Sheffield, Manoj Menon, dalam jurnal Science of The Total Environment, mengatakan mencuci beras akan menghilangkan arsenik dan senyawa beracun pada beras.

Mengutip dari The Guardian, mencuci beras juga dapat membantu untuk menghilangkan lapisan tepung pada beras. Selain itu, mencuci beras juga dapat menghindari bau dan lebih cepat busuk.

Baca Juga :  Kalender Jawa Mei 2026 Lengkap Weton & Neptu: Banyak Tanggal Diam-Diam Dicari, Cek Sebelum Tentukan Hari Penting!

Mencuci beras bisa dilakukan dengan cara memasukkan beras ke dalam wadah, tuang air dingin dan putar-putar dengan tangan, dan ulangi cara ini beberapa kali sampai airnya jernih.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.