JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Selidiki Rekaman CCTV, Polda Jateng Bantah Pemerkosa Wanita Boyolali Adalah Polisi. Tapi Sebut Umpatan Gimana Enak Langgar Kode Etik Profesi!

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Polda Jateng masih menyelidiki kasus dugaan perkosaan terhadap seorang wanita muda berinisial R asal Simo, Boyolali yang mengaku jadi korban perkosaan oleh oknum yang mengaku anggota polisi.

Meski demikian, tindakan Kasat Reskrim Boyolali AKP Eko Marudin yang kemudian melecehkan dengan kalimat merendahkan “gimana enak” ke korban, dinilai sudah bentuk pelanggaran etik.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi melalui Kabid Humas Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan sebenarnya permasalahan wanita berinisial R adalah mendapat umpatan tak menyenangkan saat dirinya melapor ke Polres Boyolali tentang kejadian yang menimpanya.

Menurutnya, umpatan yang dilakukan perwira di Polres itu memang sudah melanggar etika profesi.

“itu kan jelas melanggar etika profesi polri. Ada ucapan yang kurang enak dan kurang pas. Itu yang pelanggaran anggotanya,” paparnya dalam rilis, Jumat (21/1/2022)

Sebaliknya, Polda membantah kabar adanya oknum anggota Polres Boyolali memperkosa wanita asal Simo, Kabupaten Boyolali itu.

Bantahan tersebut disampaikan menanggapi adanya pemberitaan di media online dan Medsos yang menyebut anggota Polres Boyolali memperkosa wanita tersebut.

Baca Juga :  Penyidik Cari Rekaman CCTV Laka Maut di Jalan Solo- Semarang

“Perlu saya luruskan. Ada media dan medsos yang menyebut wanita di Boyolali korban pemerkosaan polisi. Itu salah,” urai Iqbal.

Pemerkosaan yang terjadi kata dia, dugaan sementara dilakukan seorang sipil yang mengaku sebagai anggota polisi.

Hal ini didukung sejumlah bukti di antaranya rekaman CCTV tempat pemerkosaan.

“Tapi saat ini sedang kami dalami bukti bukti yang ada. Itu bukan polisi. Itu bukan polisi. Ini perlu digarisbawahi. Orang sipil mengaku polisi,” jelasnya

Saat ini kata dia, pihaknya sedang memeriksa apakah benar R diperkosa atau tidak. Selain itu terkait kejadian ini, ia telah memeriksa 4 saksi.

Pertanyaan Melecehkan Gimana Enak?

Sementara akibat kasus pelecehan itu, sang Kasat Reskrim Boyolali, AKP Eko Marudin langsung diganjar sanksi pemecatan. Ia dicopot oleh Kapolda Jateng sehari pasca meledaknya berita soal pelecehan itu.

Kasat diduga melakukan pelecehan verbal ke korban perkosaan yang melapor ke Polres setempat.

Bukannya melayani dengan humanis, Pak Kasat itu justru melontarkan kalimat yang seolah merendahkan dan dianggap melecehkan korban.

Baca Juga :  25 Orang Lolos Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng, Timsel Buka Masukan dan Saran

Kasat diadukan oleh R (23), warga Kecamatan Simo, Boyolali, kemarin didampingi penasehat hukumnya.

Dalam keterangannya, R menyebut pasca suaminya ditahan, dirinya malah jadi korban kekerasan seksual oleh oknum yang mengaku petugas Polda Jateng.

Penderitaannya tak berhenti, saat dirinya melaporkan kejadian yang menimpa dirinya, dia malah jadi korban kekerasan verbal dari oknum perwira Polres Boyolali.

Kekerasan verbal itupun dilaporkan ke Polres Boyolali. Menurut R, kekerasan verbal berupa umpatan yang merendahkan dirinya itu dilontarkan salah satu pimpinan satuan di Polres Boyolali.

Kejadiannya pada Senin (10/1/2022) ketika dia melaporkan perbuatan pelecehan seksual yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Boyolali.

Dia diterima oleh petugas di SPKT tersebut. Setelah melaporkan peristiwa tersebut, R kemudian diarahkan agar ke Satreskrim untuk menjelaskan secara mendetail peristiwa yang dialami.

Saat itulah, dia menerima kata- kata yang berarti umpatan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua