JOGLOSEMARNEWS.COM KOLOM

Miing Bagito Pasca Bypass : Alhamdulillah, Operasi Lancar

Miing Bagito usai melakukan operasi jantung. Foto: dok
Ilham Bintang

Catatan : Ilham Bintang*

Pasca operasi bypass jantung, kondisi komediian  terkenal Tubagus Dedi Suwendi Gumelar alias Miing Bagito ( 64) berangsur membaik. Sabtu (21/5/2022) pagi Miing menjalani operasi di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tindakan medis komedian yang juga politikus itu ditangani tim dr dr Utoyo Lubiantoro Sp JP dan  dr. Arianto Bono Sp BTKV ( Bedah Toraks & Kardiovaskuler).

“Operasi berlangsung enam jam, mulai sekitar jam 8 pagi  ” update  Muammar Khadafi, putra Miing, Minggu (22/5) pagi. Dafi, begitu biasa dipanggil, menambahkan, proses siuman Miing pun  cepat. ” 1,5 – 2 jam udah melek, ” sambungnya.

Saat  tengah berjalan santai hari Minggu di pedesterian  jalan Elizabeth Street, City, Melbourne sambil menikmati sinar matahari di tengah cuaca dingin 15 derajat celcius, Miing bikin suprise. Dia mengontak sendiri lewat  video call.

“Assalamu’alaikum Bang. Terima kasih atas perhatiannya. Saya sudah jalani operasi. Sekarang tahap pemulihan, masih lemes. Tapi, Alhamdulillah operasi on the track, semua indikasi yang berhubungan dengan operasi itu baik, ” cerita Miing, Minggu (22/5) siang. Namun, suaranya memang kedengaran  masih lemah. Maka, tidak lama berbicara, segera saya menukas. ” Sudah, Miing harus banyak istirahat dulu, ” saya mengingatkan.

 

Siap Mental

Diberitakan sebelumnya, Miing memohon doa dari seluruh masyarakat  sehubungan  operasi bypass jantung yang dijalaninya  Sabtu pagi di RS.

Permohonan itu  beredar dalam format video di media sosial. Tayang

di berbagai WhatsApp Group ( WAG)termasuk  WAG Artis “C-Nior” tempat Miing sehari-hari berinteraksi dengan kawan-kawannya sesama seniman.

Miing mengaku sengaja membuat dan membagikan video tersebut. Tujuannya, pertama-tama meminta didoakan oleh  sanak keluarga, sahabat, kerabat, dan seluruh masyarakat agar selamat menjalani operasi. Tujuan kedua, berharap dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, dan keikhlasan  seandainya operasi itu gagal dan malah menjadi hari terakhirnya.

“Bypass ini ibarat one way ticket buat saya. Saya sudah 64 tahun. Sebagai orang beriman saya harus menyiapkan mental sekaligus jika hasilnya fatal. Merenggut jiwa, misalnya. Artinya takdir hidup saya memang sudah berakhir, ” terangnya Jumat (20/5) sambil mengutip nasihat Nabi tentang  orang cerdas selalu mengingat  kematian.

Ada tekad kuat untuk sembuh, tapi juga terasa ada perasaan gentar menghadapi operasi bypass itu. Namun, siapa pula yang tak gentar di hadapkan dengan kondisi menghadapi operasi jantung?

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua