JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Selisih Hanya Nol Koma, Seleksi Perangkat Desa di Kalijambe Memanas. Peserta Keberatan Rumus LPPM Untidar

Nilai ujian komputer seleksi penjaringan penyaringan perangkat Desa Kalimacan Kalijambe. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen memanas dan memicu protes.

Protes muncul lantaran urutan ranking pemenang dilaporkan mengalami perubahan. Padahal nilai empat peserta di ranking teratas, hanya berselisih sangat tipis nol koma.

Adanya perbedaan perhitungan nilai ujian komputer dari pihak ketiga ditengarai merubah total nilai akhir peserta.

Protes itu terungkap saat peserta diundang ke balai desa untuk mendengar pengumuman hasil pembobotan nilai dan ranking, Selasa (7/6/2022).

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , beredar perhitungan awal versi panitia dan peserta berdasarkan score saat ujian tertulis dan komputer, ranking pertama diduduki oleh Titik Rumini disusul Qomarudin di posisi kedua.

Namun setelah turun nilai dari lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Tidar Magelang yang digandeng sebagai pihak ketiga, komposisi pemenang menjadi berubah.

Titik yang semula di ranking pertama turun di posisi keempat dengan nilai total 51,60 . Sementara ranking pertama diduduki oleh Susana Mega Itsnaini dengan nilai total 52,70 padahal sebelumnya di ranking 3.

Baca Juga :  Usai Begituan di Kamar Mandi, Hendro Langsung Ditangkap Polisi. Ini Barang Bukti yang Diamankan

Sementara Qomarudin yang semula ranking 2 bergeser ke ranking 3 dengan nilai total 52,40. Sedangkan Sigit Prastowo naik ke peringkat 2 dengan nilai 52,43.

Perubahan itu terjadi akibat penghitungan nilai ujian komputer dasar dari LPPM yang ternyata dihitung dengan sistem berbeda dari rumus di Perbup.

Dengan soal hanya 50, LPPM langsung mengalikan nilai komputer peserta dengan pengali 2. Padahal di Perbup, nilai komputer dihitung dengan rumus score ujian peserta dibagi 100 dikali 100 dikali 20 persen.

Perbedaan rumus itu ternyata berdampak pada nilai konversi dan total nilai peserta. Karena selisih nilai 4 peserta teratas terpaut sangat tipis hanya nol koma, sehingga hasil akhir pun juga bergeser.

Sehingga sebagian peserta langsung mempertanyakan ke panitia perbedaan rumus nilai komputer yang dirasa melanggar Perbup.

Baca Juga :  Buruh Pabrik Bricon Tewas Terburai, Disnaker Sragen Terjunkan Tim Gandeng Satwasker Provinsi

“Apalagi dari awal tidak disampaikan kalau soalnya hanya 50 dan rumusnya untuk nutup 100 kenapa langsung dikalikan 2. Padahal di Perbup kan sudah ada rumusnya sendiri. Karena setelah dihitung pakai rumus di Perbup dan dihitung langsung dikali 2, hasilnya berbeda. Akhirnya ada peserta yang diuntungkan dan ada yang dirugikan,” papar salah satu peserta, Rabu (8/6/2022).

Di hadapan panitia, peserta yang semua ranking pertama dan kedua, memprotes kebijakan perhitungan nilai dari LPPM. Mereka juga menyatakan keberatan dan tidak menerima perhitungan itu.

Situasi sempat memanas. Bahkan Camat, perwakilan dari Setda hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) langsung turun menyikapi kisruh itu.

Akibat perbedaan perhitungan dan perubahan pemenang, membuat Kades juga sempat menolak laporan hasil akhir yang diserahkan panitia.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com