JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Trenyuh, Dapat SK PPPK di Usia 57 Tahun, Begini Reaksi Wajah Suratno Guru SD di Sragen di Hadapan Bupati

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menyerahkan SK kepada guru honorer PPPK tahap 2. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 484 guru honorer yang lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau P3K tahap 2 di Sragen akhirnya resmi menerima surat keputusan (SK) pengangkatan.

Turunnya SK itu seolah mengakhiri penantian panjang para guru honorer yang mayoritas sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun.

Tak ayal, usia mereka mayoritas didominasi usia senja.

Bahkan, di antara ratusan guru SD dan SMP yang berbahagia itu, ada di antaranya yang usianya sudah di atas kepala lima.

Salah satunya adalah Suratno, yang merupakan guru paling tua penerima SK. Guru SD itu sudah berumur 57 tahun.

Baca Juga :  Doa Ratusan Laskar Sukowati Sragen untuk Para Korban Tragedi Kanjuruhan

Dia bertugas di SDN 2 Srimulyo, Gondang, Sragen. Suratno pun berkesempatan menjadi penerima simbolis SK dari Bupati Yuni.

Raih wajahnya terlihat berbinar. Meski hadir di usia senja dan hanya tinggal beberapa tahun mengabdi, setidaknya SK itu menjadi akhir penantian panjang berpuluh tahun mengabdi sebagai guru honorer.

Suratno tak sendirian. Ada sekitar 4 guru yang menerima SK di usia yang hampir sama dengannya. Meski hanya tinggal hitungan tahun, mereka tetap tampak berbahagia.

Tak heran, mereka sampai menitikkan air mata. Berbeda dengan Suratno dan temannya, ada guru PPPK yang diangkat di usia muda.

Salah satunya yang paling muda, Dini Rahmawati (24), mengajar di SDN 2 Doyong, Kecamatan Miri, Sragen.

Baca Juga :  Siswa Tinggal Segelintir SDN Banyurip 3 Terancam Diregrouping. Ada Satu Kelas 4 Siswa, 2 Pindah Ikut Ortu, 2 Temannya Ikut Goyah

Dalam sambutannya, Bupati Sragen mencatat guru yang diangkat menjadi PPPK dengan umur mendekati 60 tahun sekitar lima orang.

Ia berpesan meskipun ada yang sudah berumur 57 tahun tetap harus disyukuri karena kehidupan itu pasti ada tahapannya.

“Alhamdulillah, yang dinanti akhirnya datang. Walaupun tidak sedikit pula guru yang belum mencapai batas sejahtera, karena saya melihat masih banyak yang masih berjuang, seperti Guru Tidak Tetap (GTT), bahkan ada yang sudah usia 57 tahun baru masuk PPPK, namun tetap semangat dan ikhlas mendidik murid-muridnya,” ujar Bupati.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com