JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Teror Ancaman Pembunuhan Mantan Anggota DPRD Sragen, Pihak Lapas Angkat Bicara. Agung: Tidak Ada Itu!

Mantan anggota DPRD Sragen, Joko Kristanto (tengah) yang terjerat kasus narkoba saat diamankan di Polres Sragen, Kamis (28/7/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak otoritas Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau Lapas Kelas II A Sragen angkat bicara soal ocehan mantan anggota DPRD Sragen, Joko Kristanto (52) yang mengaku mendapat teror ancaman pembunuhan dari dalam LP Sragen.

Kasi Binadik Lapas Kelas II A Sragen, Agung Hascahyo menegaskan ancaman pembunuhan itu tidaklah benar dan tidak pernah ada.

Karenanya ia mengaku kaget saat membaca berita ihwal pengakuan mantan legislator yang ditangkap kasus narkoba itu soal ancaman pembunuhan yang dialaminya.

“Nggak ada itu (ancaman pembunuhan). Bagaimana bisa dapat ancaman teror lewat telepon, wong dia masih ada di dalam tahanan Polres. Bagaimana dia bisa berkomunikasi. Yang jelas tidak ada itu,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (29/7/2022).

Baca Juga :  Soal Pengangkatan Honorer Jadi PPPK di Sragen, Ini Jawaban Kepala BKPSDM!

Agung menjelaskan selama ini semua napi dan kamar tahanan di LP Sragen steril dari alat komunikasi. Napi juga tidak diperkenankan membawa HP dan petugas selalu menggelar razia.

Sehingga sangat tidak mungkin jika ada yang sampai melakukan ancaman pembunuhan dengan pihak luar melalui komunikasi HP.

Ia menyampaikan hal itu agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat perihal pengakuan mantan legislator tersebut.

Sebelumnya, mantan legislator asal Dukuh Gilis, Desa Katelan, Kecamatan Tangen yang ditangkap karena kasus narkoba itu mengaku mendapat ancaman pembunuhan.

Ancaman pembunuhan itu diterimanya tak lama setelah penangkapan dirinya oleh Tim Satres Narkoba Polres Sragen.

Ancaman itu diungkapkan Joko sesaat usai dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Kamis (28/7/2022).

Baca Juga :  Harga Pertamax Turun Jadi Rp 13.900 Mulai Pukul 00.00 WIB. Ini Daftar Harga Terbaru Pertalite dan Solar!

“Tolong Pak, saya dapat ancaman pembunuhan. Saya diteror lewat video call kalau sampai di LP. Saya mau dibunuh, tolong beri pengamanan saya Pak,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Dengan tangan terborgol bersama beberapa tersangka kasus serupa, Joko tak henti-hentinya melontarkan kalimat ancaman pembunuhan itu.

Saat ditanya ancaman datang dari siapa, Joko menyebut dari orang di dalam Lapas Sragen.

Namun ia tidak menjelaskan secara detail siapa oknum yang mengancamnya itu. Ia hanya meminta ada pengamanan untuknya selama proses penahanan dan nanti jika berada di Lapas.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com