JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hacker Pembobol Sistem PPDB di Sragen Dinilai Tak Punya Kemampuan Istimewa. Analisa Bambang: Modusnya yang Bikin Penasaran!

Daftar 8 calon siswa baru SMAN 1 Gondang Sragen yang akunnya diduga dibajak dan mendadak hilang misterius dari sistem PPDB. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaku pembajakan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA yang menimpa 8 calon siswa baru asal Gondang Sragen, dinilai tidak punya kemampuan istimewa.

Pasalnya aksi pembajakan akun pendaftaran yang membuat 8 siswa hilang misterius dari sistem PPDB itu dinilai sangat mudah untuk dilakukan.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Sragen asal Gondang saat menganalisa kasus itu usai menerima aduan dari orangtua siswa, Senin (4/7/2022).

“Kalau dilihat, pembajakan ini terkesan sangat mudah dilakukan. Pelaku tidak butuh kemampuan istimewa, karena ternyata password akun para siswa yang mendaftar itu rata-rata dibuatkan panitia dan password-nya hampir semuanya sama. Jadi panitia tahu, teman mereka juga tahu. Sehingga ini sangat memudahkan bagi mereka yang ingin masuk ke akun siswa lain dan melakukan pembatalan atau pemindahan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (4/7/2022).

Baca Juga :  Bazar Durian Akbar 2023 dan Hiburan Warga Akan Digelar di Desa Gempolan, Catat Tanggalnya!!

Ia memandang proses pembuatan akun dan password pendaftaran untuk siswa itu sangat rentan membuka ruang bagi pihak yang ingin menyalahgunakan.

Sebab dengan password dibuat sama, akan memudahkan orang lain bisa leluasa masuk ke akun siswa lain dan melakukan kecurangan tanpa bisa terdeteksi.

Karenanya, atas kelemahan itu, ia mendesak Pemprov Jateng melalui Disdikbud segera melakukan perbaikan sistem PPDB.

Sebab jika tidak ada perbaikan, ia khawatir kasus serupa akan terus berulang dan sistem akan dengan mudah dibobol oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Baca Juga :  Viral di Medsos Ada UFO di Atas Merapi, Apakah Benar UFO?

“Nah untuk kasus di SMAN 1 Gondang ini, motif pelaku pembajaknya yang perlu dipertanyakan dan bikin penasaran. Apakah sengaja untuk mengacaukan, atau memang ada tujuan khusus untuk memasukkan siswa yang secara jarak harusnya tidak memenuhi syarat, kemudian bisa naik dan diterima. Karena setelah pembajakan, 8 siswa yang harusnya aman dan diterima jadi hilang di sistem. Sehingga otomatis ada 8 siswa yang di luar batas diterima akhirnya naik menggeser ke atas,” terangnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com