Beranda Edukasi Pendidikan KKN UNS 184 Ajari Petani Kasreman Olah Lamtoro Gung dan Kulit Pisang...

KKN UNS 184 Ajari Petani Kasreman Olah Lamtoro Gung dan Kulit Pisang Jadi Pupuk Organik Cair

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 184 Desa Kasreman bersama para petani usai mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan organik lokal, Sabtu (18/7/2026) | Foto: Dok. KKN UNS 184

NGAWI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 184 Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, mendorong petani memanfaatkan bahan organik lokal untuk mendukung kegiatan pertanian.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan air tepung beras dan bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) dengan melibatkan para petani secara langsung dalam proses pembuatan POC.

Pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai pengertian, manfaat, bahan, serta prinsip pembuatan dan fermentasi POC. Selanjutnya, Redi selaku narasumber, memberikan demonstrasi mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi yang perlu diperhatikan.

Sejumlah bahan lokal dimanfaatkan dalam pembuatan POC tersebut. Daun lamtoro digunakan sebagai salah satu sumber bahan organik yang kaya nitrogen, sementara pelepah dan kulit pisang dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik dan kalium. Adapun air tepung beras digunakan sebagai sumber bahan organik dan karbon yang mendukung aktivitas mikroorganisme selama proses fermentasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan yang tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga bisa langsung dipraktikkan oleh petani. Bahan-bahan yang digunakan juga mudah ditemukan, sehingga diharapkan masyarakat dapat membuat POC secara mandiri dengan memanfaatkan bahan organik yang ada di sekitar,” ujar Arina Madu, pembuat program kerja pelatihan POC.

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 184 Desa Kasreman bersama petani setempat mempraktikkan langsung proses pembuatan pupuk organik cair (POC) dari bahan-bahan organik lokal | Foto: Dok. KKN UNS 184

Setelah proses pembuatan selesai, POC disimpan dalam wadah tertutup untuk menjalani fermentasi selama kurang lebih dua pekan. Selama proses tersebut, mikroorganisme membantu menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dimanfaatkan tanaman.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Upacara HUT ke-81 RI, SMKN 2 Ponorogo Bikin Gebrakan: Grup Reog Sardulo Darmo Budoyo Resmi Menggebrak!

Sebagai tindak lanjut, POC hasil fermentasi kemudian diaplikasikan pada dua tanaman jeruk pada Sabtu (1/8/2026). Sebelum digunakan, kondisi POC terlebih dahulu diamati.

Hasil fermentasi menunjukkan POC berwarna cokelat dengan aroma asam yang sedikit menyengat, tidak menimbulkan bau busuk, dan tidak lagi menghasilkan gas. Pengaplikasian pada tanaman jeruk menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memberikan pengalaman langsung kepada petani dalam memanfaatkan hasil fermentasi.

Ketua KKN 184 Desa Kasreman, Fadiilah Nur Rohmah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat.

“Program ini menjadi pengalaman bagi kami untuk belajar bersama masyarakat sekaligus berbagi pengetahuan yang kami miliki. Kami berharap kegiatan pembuatan POC ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para petani, terutama dengan menggunakan bahan-bahan organik yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar,” katanya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para petani yang terlibat. Mereka turut berpartisipasi mulai dari menyiapkan bahan, mencampurkan bahan, mengikuti proses fermentasi, hingga mengaplikasikan POC pada tanaman jeruk.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNS tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Pemanfaatan bahan organik di lingkungan sekitar diharapkan dapat menjadi alternatif yang dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan untuk mendukung pertanian masyarakat.

Program pelatihan POC ini juga berkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 tentang Zero Hunger melalui dukungan terhadap praktik pertanian dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Baca Juga :  Dari Ponorogo ke Runway Nasional, 6 Karya Siswa SMKN 2 Ini Bikin Jogja Fashion Week 2026 Makin Berwarna

Selain itu, kegiatan tersebut mendukung SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan bahan organik menjadi produk yang berguna, serta SDG 15 tentang Life on Land melalui praktik budidaya yang lebih memperhatikan pemanfaatan sumber daya organik dan lingkungan.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNS, masyarakat, dan petani juga menjadi bagian dari pencapaian SDG 17 tentang Partnerships for the Goals. Kerja sama tersebut mendorong pertukaran pengetahuan dan keterampilan sekaligus memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat.

Para petani selanjutnya dapat melakukan pengamatan secara berkala terhadap kondisi dan perkembangan tanaman jeruk setelah pemberian POC. Hasil pengamatan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus pengalaman bagi masyarakat dalam menentukan pemanfaatan POC untuk tanaman lainnya.

Sementara itu, bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan masyarakat, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan nyata. [*]

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.