JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dorong Peningkatan Produksi Jagung Nasional, Pemerintah Genjot Kualitas dan Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Ekstensifikasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tengah berbicara di depan mic dengan latar belakang Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecenderungan harga jagung dunia yang membaik pada Januari hingga Juni 2022, yang naik sebesar 21,53% dibanding periode sama tahun  2021, menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan ekspor jagung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan,  peluang ekspor jagung tersebut dapat dicapai dengan intensifikasi berupa  peningkatan produktivitas dan ekstensifikasi berupa perluasan areal tanam baru.

Pemerintah, menurut Menko Airlangga,  berharap dapat melakukan peningkatan produksi jagung, baik untuk memenuhi ketersediaan di dalam negeri maupun memenuhi demand dari negara lain.

“Dengan harga global yang sekarang di angka USD335 per ton atau setara Rp 5.000 per kg, Bapak Presiden memberikan arahan agar dilakukan peningkatan produksi, termasuk ekstensifikasi dari lahan yang ada,” ujar Menko Airlangga, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Menko Airlangga menambahkan perlunya mendorong penggunaan bibit unggul (benih varietas hibrida jagung), di mana ada 14 varietas yang diharapkan bisa meningkatkan prosuksi menjadi 10,68 – 13,70 Ton/ Ha.

Baca Juga :  Lima Negara Ini Sudah Tak Wajibkan Pakai Masker. Indonesia Segera Menyusul? Ini Sinyal dari Jokowi

“Pak Menteri Pertanian akan menyelesaikan regulasi dan kebijakan yang diperlukan,” paparnya.

Dikatakan, untuk meningkatkan produksi jagung nasional, sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Teknis di Kemenko Perekonomian dan Setkab, Kementan telah menentukan 6 (enam) lokasi untuk peningkatan produksi jagung nasional.

Baca Juga :  Politisi PDIP Ini Setuju Pencalonan Eks Narapidana dalam Pemilu 2024, Ini Alasannya

Keenam lokasi tersebut berada di Provinsi Papua, Papua  Barat, NTT, Maluku, Maluku Utara dan Kalimantan Utara. Dari total enam lokasi tersebut mencakup luas lahan 141.000 Ha, di mana 86.000 Ha merupakan areal tanam baru.

Perkiraan produksi jagung dengan Kadar Air (KA) 27,81%(Jagung Pipilan Basah di Petani), hingga akhir tahun bisa mencapai 25,3 juta ton. Sedangkan perkiraan produksi jagung dengan KA 14% (Jagung Simpan di Gudang) mencapai 18,7 juta ton.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com