JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kebohongan Drama Polisi Terkuak, Mahfud MD: Tak Ada Baku Tembak, Yang Ada Pembunuhan dan Pembunuhan Berencana!”

Kombes Budhi Herdi Susianto (kiri) dan alm Brigadir Josua Hutabarat. Foto kolase/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satu persatu indikasi kebohongan dan rekayasa dari kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mulai terkuak.

Sempat dirilis sebagai baku tembak beraroma pelecehan seksual, kini fakta mulai terbongkar bahwa kasus itu ternyata mengarah pada pembunuhan tanpa ada baku tembak.

Pengakuan tersangka pertama yakni Bharada E bahwa tidak ada baku tembak dan mengakui dirinya yang menembak Brigadir J atas perintah atasan, menguatkan skenario awal drama 8 Juli 2022 itu terbantahkan.

Terbaru, Senin (8/8/2022), Menteri Kordinator Politik Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, juga angkat bicara soal fakta baru tidak adanya baku tembak dalam tragedi tersebut.

“Dulu kan katanya, ada tembak-menembak. Sekarang, nggak ada tembak-menembak. Yang ada adalah pembunuhan dan pembunuhan berencana,” ujar Mahfud, kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip Republika.co.

Baca Juga :  Sempat Dipaksa Push Up dan Diinjak Lehernya oleh Wakil Ketua DPRD Depok, Sopir Truk Akhirnya Cabut Laporan ke Polisi. Kedua Pihak Berdamai

Mahfud menguraikan saat ini perkembangan penyidikan kasus tersebut, tak hanya akan mengungkap semua tersangka yang terlibat.

Namun, penyidikan kasus tersebut terus berkembang, termasuk soal motif utama kasus tersebut.

Mahfud juga kembali mengingatkan Polri, agar kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Sambo tersebut, tuntas, dan terbuka untuk pertanggungjawaban hukum kepada publik.

“Presiden (Joko Widodo), sudah memerintahkan, agar jangan ada yang ditutupi, apa adanya,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut sudah ada 3 orang tersangka yang ditetapkan dalam drama pembunuhan Brigadir J di kediaman Kadiv Propam 8 Juli 2022 lalu.

Namun Mahfud, tak mengungkapkan para tersangka itu. Ia tidak merinci siapa saja ketiga tersangka yang sudah ditetapkan itu. Bahkan ia menyebut jumlah tiga itu masih berpotensi bisa berkembang.

Baca Juga :  Ditahan KPK, MA Berhentikan Sementara Hakim Agung Sudrajad Dimyati

“Sudah ada tersangka tiga. Tiga itu bisa berkembang,” ucapnya.

Pernyataan Mahfud sekaligus menepis rilis awal yang disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto Selasa (12/8/2022) atau sehari pasca mencuatnya kasus tewasnya Brigadir J.

Kronologi Awal Versi Kapolres

Budhi dengan meyakinkan sempat mengungkap detik-detik situasi memanas di kamar istri sang jenderal, Putri Candrawati sesaat sebelum Brigadir Josua ditembak.

Ia mengungkap ada percakapan antara Brigadir Josua Hutabarat dengan istri Kadiv Propam Ferdy Sambo sebelum penembakan terjadi.

Saat memberikan konferensi pers, Kombes Budhi mengungkapkan insiden baku tembak bermula Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo yang saat itu tengah berada di kamar untuk rehat.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com