JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Malam Tahun Baru Hijriyah, Bupati Sragen Kenalkan Wajah Baru Kemukus. Ungkap Ada yang Yakin Air Cucian Slambu Bikin Awet Muda!

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberi sambutan peringatan malam tahun baru Hijriyah, Senin (1/8/2022). Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Momentum tahun baru muharram diharapkan menjadi sarana introspeksi diri dan memperbaiki diri.

Hal itu terungkap dalam malam Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1444 H/2022 M di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (1/8/2022).

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen, Ihsan Munadi mengatakan peringatan 1 Muharram yang diperingati setiap tahun hendaknya dapat dijadikan momentum koreksi diri.

Sehingga bisa mencapai derajat orang yang beriman dan beramal sholeh serta orang yang mencintai Allah sekaligus Rasulullah SAW.

Senada, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga berpesan momen tahun baru Hijriyah hendaknya bisa memberi semangat baru untuk senantiasa introspeksi diri.

Ia mengajak masyarakat untuk tak pernah lelah berbuah baik karena semua akan kembali pada kita.

“Seyogyanya dari tahun ke tahun menjadi orang yang lebih baik. Kalau kemarin belum, mari kita berusaha. Mari kita instrospeksi diri. Kalau besok, belum tentu kita masih hidup,” paparnya dalam sambutan.

Baca Juga :  Sriyanto Saputro Kumpulkan Kader dan Relawan di Sragen Menangkan Sudaryono Sebagai Gubernur Jawa Tengah Selanjutnya "Ini Sudah Perintah Langsung dari Pak Prabowo Subianto"

Di Sragen, peringatan tahun baru 1 Muharram diperingati dengan pengajian khusus di Gunung Kemukus dihadiri warga sekitar.

Respon masyarakat menurutnya sangat baik. Ia meminta tahun depan agar diselenggarakan lebih meriah dalam rangka memperingati tahun baru Islam.

“Kemarin, saat 1 Muharram kita melakukan prosesi Larap Slambu di Gunung Kemukus dimana saya sebagai Bupati Sragen 2 periode ya baru kali saya mengikuti acara tersebut. Karena baru kali ini Bupati sendiri yang membilas slambu Pangeran Samudera. Saya mau datang ke sana karena saat ini Gunung Kemukus sudah mempunyai wajah yang baru. Kita sudah berhasil merubah stigma negatif menjadi suatu hal yang positif wisata keluarga yang mendatangkan kebahagiaan bagi semuanya,” jelasnya.

Ia menambahkan dengan renovasi secara total yang dilakukan kita menjaga konsistensinya karena merubah suatu hal yang tidak baik menjadi baik hal tersebut membutuhkan komitmen bersama.

Untuk menjadi tidak baik akan semudah seperti membalikkan telapak tangan. Tapi membuatnya menjadi baik sangatlah tidak mudah.

Baca Juga :  Warga Sragen Catat, Libur Lebaran Idul Fitri 1445 H/2024 BRI Cabang Sragen Berikan Pelayanan Melalui e-Channel

Ia juga mengungkap soal ritual Larap Slambu di Gunung Kemukus yang banyak memunculkan banyak keyakinan soal air jamasan Slambu.

“Kemarin saya menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat berduyun-duyun untuk ikut kirab dan melaksanakan prosesi yang sama. Saya melihatnya hal itu sebagai budaya terlepas dari adanya keyakinan yang mengatakan bila mengambil air dari cucian slambu dari makam Pangeran Samudera akan membuat kita awet muda. Terlepas dari apapun itu tergantung dari niat kita masing-masing,” ungkapnya.

Bupati juga menggarisbawahi ritual budaya sebagai kekayaan etnis Jawa, wajib diuri-uri (lestarikan) menjadi sebuah agenda rutin kegiatan untuk Kabupaten Sragen.

“Alhamdullilah disambut sangat baik. Pada malam harinya ada hiburan Ketoprak. Masyarakat semua terhibur, ekonomi sekitarnya bangkit tidak ada lagi warga sekitar yang membuat sesuatu hal-hal yang negatif. Itu yang patut kita syukuri bersama,” tandasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com