JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sederet Alasan Mengapa Ferdy Sambo Dinilai Layak Ditetapkan Tersangka. IPW Singgung Salah Satunya Soal Rekayasa Pelecehan dan Ancaman!

Irjen Ferdy Sambo. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penetapan Bharada E sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J, membuka babak baru kasus misteri penembakan di kediaman dinas Irjen Ferdy Sambo itu.

Namun, sejumlah pihak mulai mengungkapkan analisa adanya pihak lain yang ditengarai terlibat dalam skenario pembunuhan Brigadir J.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso bahkan terang-terangan mendesak penyidik untuk berani menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Penetapan tersangka untuk Sambo harus dilakukan apabila penyidik menemukan cukup alat bukti untuk meningkatkan statusnya dari saksi.

“Dengan pemeriksaan terakhir terhadap Irjen Ferdy Sambo sebagai saksi, apabila penyidik menemukan cukup alat bukti, IPW mendorong penyidik tidak ragu menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka,” kata Sugeng Teguh Santoso saat forum diskusi virtual yang digelar Jaringan Aktivis Batak dan Forum Mahasiswa Sumut Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Baca Juga :  Breaking News: Pelecehan Seksual Tak Terbukti, Polri Resmi Hentikan Penyidikan Laporan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi

Sugeng menilai ada kejanggalan sejak kasus ini dibuka ke publik setelah 11 Juli lalu, dan mengindikasikan dugaan rekayasa peristiwa.

Salah satunya adalah adanya tindakan obstruction of justice, seperti menghilangkan atau merusak barang bukti, termasuk menutupi fakta oleh pihak tertentu.

“Terakhir adalah pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo, kemudian pemeriksaan terhadap 25 anggota oleh Inspektorat Khusus (Irsus) yang diduga melanggar kode etik berat atas tindakan menghalangi penyidikan dan merusak TKP, termasuk dugaan merekayasa informasi atau keterangan laporan pelecehan dan pengancaman,” kata Sugeng.

Baca Juga :  Haduh Duh, Kisah Nyata Pengakuan Wanita Muda Punya 2 Suami: Sayang Suami Tua, Tapi Cinta Sama yang Muda, Sehari Bisa Main 3 Kali!

Namun, ia mengatakan, kasus ini mulai berjalan on the track (sesuai jalur) setelah pembentukan Tim Khusus (timsus) yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Juga setelah penonaktifan tiga personel pertama, Irjen Ferdy Sambo, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi, dan Brigjen Hendra Kurniawan dari posisi Karopaminal.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com