JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Berontak Saat Dicubit Guru, Bocah Kelas VI SD Malah Ditampar Lalu Dilarang Masuk Sekolah. Orangtua Langsung Lapor Polisi

Ilustrasi korban penganiayaan berdarah. Foto/Pixabay

KUPANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah miris dialami seorang siswa kelas VI SD bernama Justus Klass.

Bocah kelas VI SD Inpres Lalao, di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT itu diduga menjadi korban kekerasan oleh gurunya bernama Pak Joni.

Gegara berontak saat dicubit, bocah itu malah jadi sasaran amarah dan ditampar keras oleh sang guru.

Celakanya, bukannya menyelesaikan persoalan, pihak sekolah justru merumahkan siswa itu dan melarang masuk sekolah.

Kasus itu terungkap saat orangtua korban, Julembris Klass nekat membawa kasus itu ke kepolisian.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Manado, 2 Orang Langsung Tersangka, 40 Karyawan Ditangkap

Insiden dugaan penganiayaan tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian, dengan laporan polisi nomor: STTPL/43/VIII/2022/SPKT/POLSEK ROTIM/POLRES ROTE NDAO/POLDA NTT.

Kepada wartawan, ayah korban mengatakan terpaksa melapor ke Polisi lantaran anaknya merasa jadi korban ketidakadilan di sekolah. Insiden bermula ketika anaknya dipukul oleh JL, seorang oknum guru SD Inpres Lalao, pada tanggal 6 Agustus 2022.

Awalnya sang guru menegur anak- anak yang bermain di lorong dan menghalangi jalan, dengan mencubit anak-anak termasuk Justus.

Karena memberikan respon seolah melawan, sang guru mengikuti ke dalam kelas dan bertanya kamu ingin melawan, sambil menjewer dan memukul dengan tamparan di bagian kepala.

Baca Juga :  6 Orang Ditangkap Polisi Gegara Keroyok Pria Hingga Tewas

“Atas kejadian itu, kami membuat laporan polisi di Polsek Rote Timur, namun dari pihak kepolisian memberikan kami waktu untuk mediasi,” kata Julembris Klaas.

Mediasi dilakukan dengan mengacu pada hukum adat, namun tidak ada kata sepakat.

Karena tak ada sepakat, Senin 20 September 2022 lalu pihaknya mendapat panggilan untuk menghadap ke sekolah.

Setelah tiba di sekolah, ia kaget Kepala Sekolah memberitahukan bahwa telah memutuskan untuk merumahkan korban hingga masalah tersebut selesai.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com