JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Harga BBM  Resmi  Naik, Tarif Ojol Diusulkan Naik 30 Persen

Foto/Humas Jateng

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Tarif angkutan darat, seperti bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) hingga angkutan dalam provinsi (AKDP) bakal ikut terkerek naik hingga 25 persen oleh kenaikan harga BBam kemarin.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono.

“Saya pikir wajarnya mestinya naik ya. Minimal saya pikir kalau kasarnya ya itu 10 persen, tapi enggak mungkin sih kalau 10 persen mestinya lebih. Idealnya bisa sampai 20-25 persen,” ujar dia saat dihubungi pada Minggu (4/9/2022).

Diberiyakan sebelumnya, pemerintah secara resmi telah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Baca Juga :  Awas, Operasi Zebra Candi 2022 Dimulai Hari Ini. Ada 14 Poin Sasaran, Pak Polisi Ingat Tilang Pilihan Terakhir!

Harga Pertalite yang semula Rp 7.650 per liter, kini menjadi Rp 10.000 per liter. Sementara itu, harga Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Harga BBM non-subsidi jenis Pertamax juga turut naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500. Harga-harga baru tersebut berlaku sejak pukul 14.30 WIB, Sabtu kemarin.

Ateng mengatakan kenaikan harga BBM akan langsung berdampak terhadap semua sektor, khususnya transportasi.

ÌPengusaha otobus (PO), kata dia, bakal langsung mengangkat harga untuk armada kelas bisnis hingga eksekutif atau angkutan non-ekonomi.

“Saya kira semua jenis (angkutan darat terdampak). Kita melihatnya bahwa minimal akan 10 persen, tapi untuk yang ekonomi ya tentunya kita nunggu aba-aba pemerintah,” kata dia.

Baca Juga :  Isyaratkan Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Jokowi Perintahkan Menkes Komunikasi Intensif dengan WHO

Adapun untuk angkutan ekonomi, ia mengatakan pelaku usaha masih menunggu aba-aba pemerintah untuk menaikkan tarif. Sebab saat ini, tarif angkutan ekonomi masih diatur oleh pemerintah menggunakan skema tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB).

Untuk bus AKAP, ketentuan batas tarif diatur oleh Kementerian Perhubungan. Sedangkan taksi diatur oleh Dinas Perhubungan Provinsi. Sementara itu, kebijakan batas tarif angkutan kota dan pedesaan ditentukan oleh Dinas Perhubungan Kota/Kabupaten.

“Jadi ada batas atas bawah umumnya.”

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com