JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Ikuti Program Kampus Mengajar, Mahasiswa FKIP UNS Dorong Literasi dan Numerasi di SMP PGRI 2 Wates, Blitar

Muhammad Aditya Wisnu Wardana tengah melakukan pembelajaran literasi dan pelatihan sanggar bahasa di sekolah / Foto: Istimewa

BLITAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Lima orang mahasiswa perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Jawa Timur berkolaborasi terjun untuk melakukan pengabdian di SMP PGRI 2 Wates, Desa Purworejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Ketua kelompok Kampus Mengajar 4 SMP PGRI 2 Wates, Muhammad Aditya Wisnu Wardana menjelaskan, program kerja yang dilakukan oleh tim meliputi kolaborasi literasi, numerasi dan adaptasi teknologi kepada pendidik dan peserta didik.

“Kami juga melaksanakan program kerja berupa sanggar bahasa, penataan perpustakaan, pojok baca, penghijauan sekolah, pelatihan drama monolog, pemaparan platform merdeka mengajar, serta ikut dalam kegiatan di masyarakat sekitar sekolahan,” ujar Aditya kepada Joglosemarnews.

Program kampus mengajar, jelas Aditya, mengajak para mahasiswa berkolaborasi dengan guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran pasca pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Pemutaran Film Paska FFP di Tambaksari Cilacap, Upaya Menepati Janji Almarhum Insan

Program kerja yang dilaksanakan tidak terlepas dari penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai implementasi pendidikan karakter dan peningkatan literasi numerasi bagi peserta didik.

Aditya mengaku termotivasi mengikuti program Kampus Mengajar karena ingin membantu dalam peningkatan literasi, numerasi dan adaptasi teknologi bagi peserta didik di tingkat SMP dengan berbagai ilmu serta metode yang ada .

“Bagi saya program MBKM Kampus Mengajar mampu memberikan peningkatan terhadap literasi, numerasi dan adaptasi teknologi bagi peserta didik,” tutur Aditya, Selasa (27/9/2022).

Selama mengikuti program MBKM, Aditya mengajar kelas 8 – 9. Melalui praktik tersebut, Aditya menemukan fakta masih terdapat siswa yang mengalami disleksia atau keterlambatan membaca.

“Bahkan masih banyak siswa yang tertinggal jauh dari materi pembelajaran,” ujarnya.

Petrus Dian Erya (kiri) dan Muhammad Aditya Wisnu Wardana (kanan) sedang melaksanakan pembelajaran dengan adaptasi teknologi kepada peserta didik / Foto: IstimewaPetrus Dian Erya (kiri) dan Muhammad Aditya Wisnu Wardana (kanan) sedang melaksanakan pembelajaran dengan adaptasi teknologi kepada peserta didik / Foto: Istimewa

Strategi yang digunakan, menurut Aditya adalah mengajak siswa untuk berkegiatan literasi 10 menit setiap pagi, sebelum pembelajaran dimulai.

Baca Juga :  Keren, Alumni SMKN 2 Ponorogo go to Japan

Kemudian, siswa diminta menuliskan di dalam buku harian tentang isi dari buku yang telah dibacanya, dengan kalimatnya sendiri.

Di samping itu, jika dalam pembelajaran terdapat siswa yang mengalami kesulitan, Aditya dengan senang hati memberikan bimbingan belajar selepas pulang sekolah.

 

Learning Loss

Untuk diketahui, pasca pandemi Covid-19, SMP PGRI 2 Wates mengalami learning loss atau kehilangan pengetahuan sehingga banyak siswa yang tidak bisa membaca dan menghitung secara lancar.

Melihat kondisi tersebut, Aditya melakukan observasi tentang tingkat kesukaran dalam membaca serta memberikan media pembelajaran yang menarik serta interaktif agar siswa mampu memahami secara mudah dan cepat.

Mahasiswa yang tergabung dalam Kampus Mengajar Angkatan 4 dari perguruan tinggi di Jateng dan Jatim, tengah berfoto bersama dengan siswa dan guru di SMP PRI 2 Wates, Blitar / Foto: Istimewa
Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com