JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pak RT Disebut Juga Kecipratan Uang Panas Pungli Bantuan PIP. Modusnya Habis Cair Diminta Setor Separuh, Hasilnya Dibagi-Bagi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Praktik pungutan liar bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang terjadi di sejumlah wilayah di Sragen mencuatkan fakta baru.

Sejumlah wali murid penerima PIP di wilayah Gemolong menyebut, tak hanya tarikan untuk membayar formulir pendaftaran, mereka juga dimintai setoran ketika dana cair.

Parahnya, setoran itu dipatok antara Rp 150.000 hingga separuh jatah bantuan. Padahal untuk siswa SD, jatah bantuan PIP sebesar Rp 450.000.

Pungutan yang dilakukan oleh oknum simpatisan parpol itu ditarik dengan alasan jatah perantara dan dibagi dengan Pak RT.

“Pas yang bawa formulir itu datang ke rumah, ngasih penjelasan. Kalau lewatnya perantara, itu dimintai Rp 100.000 dan dimintai lagi untuk Pak RT Rp 50.00,” kata salah satu wali murid di Desa Peleman, Kecamatan Gemolong yang minta identitasnya tidak ditulis, kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).

Baca Juga :  Langgar Aturan FIFA, 18 Polisi Penembak Gas Air Mata di Kanjuruhan Diperiksa

Tidak hanya dirinya, pungutan juga dilakukan hampir semua siswa penerima yang melalui oknum tersebut.

Ancamannya jika tidak mau membayar biaya formulir Rp 50.000 sampai Rp 80.000, maka tidak akan diberi formulir.

Lantas bagi yang sanggup membayar formulir, nantinya juga wajib komitmen menyetor apabila dana sudah cair ke rekening.

“Makanya orangtua pada bertanya, katanya gratis kok disuruh bayar. Kalau cair masih disuruh setor. Kalau nggak mau, akan dialihkan ke orang lain,” ujarnya.

Adanya pungutan dan setoran itu, akhirnya membuat wali murid kebingungan. Sebab nantinya harus melapor penggunaan bantuan itu ke sekolah.

Baca Juga :  Ini Wajah Anak yang Dibunuh Ibu Kandungnya di Sidoharjo Sragen. Usai Membunuh Ibunya Bilang: Supri Tak Pateni!

“Bingungnya itu kalau bantuan anak SD cair Rp 450.000 trus dimintai potongan hampir separuh. Yang kita takutkan pas dibelanjakan nanti nggak sesuai peruntukkan karena nerimanya tinggal separuh. Kalau tidak sesuai nominal pemberian, nanti gimana kalau kita dimintai bukti pembeliannya,” imbuhnya.

Kades Peleman, Gemolong, Rajimin mengaku belum menerima aduan dan laporan soal itu. Namun ia sudah mendengar kabar dugaan pungutan PIP itu.

Ia tak menampik ada beberapa warganya yang memang dikabarkan menawarkan bantuan PIP ke warga. Namun ia tak mengira jika ada udang di balik batu dari tawaran itu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com