JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Setelah Mendekam di Penjara, Terpidana Kasus Suap, Pinangki Bebas Bersyarat

Tersangka kasus pencucian uang Jaksa Pinangki Sirna Malasari bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah empat tahun menjalani masa hukumannya, akhirnya terpidana kasus pencucian uang, Pinangki Sirna Malasari dinyatakan bebas bersyarat sejak Selasa (6/9/2022).

Kepala Balai Pemasyarakatan Jakarta Selatan Ricky Dwi Biantoro mengatakan mantan jaksa itu harus melakukan wajib lapor jika ingin pergi keluar kota atau luar negeri.

Ricky menjelaskan jika ingin keluar kota maka Pinangki wajib lapor ke Kepala Badan Pemasyarakatan, sedangkan jika keluar negeri ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Tentunya itu ada ketentuannya, prosedurnya, bahwa yang bersangkutan harus melengkapi syarat-syarat untuk izin bepergian. Pastinya ada,” kata Ricky saat konferensi pers di Bapas Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2022).

Baca Juga :  Terkait Pembentukan Dewan Kolonel PDIP, Puan: Sah-sah Saja

Ricky menuturkan Pinangki harus melakukan wajib lapor hingga akhir 2024. Pelaporan dilakukan secara tatap muka atau bertemu langsung. Keadaan ini menyesuaikan PPKM level satu yang sedang diberlakukan di DKI Jakarta.

“Ibu Pinangki wajib melakukan lapor diri setiap bulannya hingga 15 Desember 2024,” ucap dia.

Dia menuturkan status bebas bersyarat bisa dicabut jika Pinangki melakukan tindak pidana lagi. Selain itu mesti mematuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Maka pembebasan bersyaratnya dapat dicabut bila melakukan pelanggaran hukum,” tutur Ricky.

Selama masa wajib lapor, Pinangki mendapatkan bimbingan kepribadian dan kemandirian. Cara itu dilakukan dengan melalui tindakan konseling.

Baca Juga :  Melihat dari Dekat Vaksinasi PMK di Sidrap, Ternyata Bentuk Tanggungjawab Sosial Perusahaan ini

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi dan assesment terhadap Pinangki selama wajib lapor. Langkah itu juga merupakan pembuatan laporan oleh Balai Pemasyarakatan.

Terseret kasus korupsi dan pencucian uang Djoko Tjandra, Pinangki merupakan mantan jaksa yang terseret dalam kasus korupsi dan pencucian uang.

Pinangki ketika itu menjabat sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung.

Ia terlibat sejumlah perkara, mulai dari terima suap USD 500 ribu dari buronan Djoko Tjandra, pencucian uang senilai 444.900 dolar AS, hingga pemufakatan jahat menyuap pejabat Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com