JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Tipu 3 Korban Ratusan Juta, Oknum Anggota DPRD Bantul Ini Diringkus Polisi! Modusnya Bisa Masukkan jadi PNS di Pemkab Bantul

Wadir Reskrimum Polda DIY, AKBP K Tri Panungko didampingi Kasubbid Penmas AKBP Verena menunjukkan tersangka ESJ, oknum anggota DPRD Bantul berikut barang bukti bukti atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan penerimaan PNS/P3K di Pemkab Bantul, Senin (3/10/2022) / tribunnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang oknum anggota DPRD Bantul berinisial ESJ diringkus oleh petugas Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY.

Pasalnya, ia diduga melakukan penipuan dan penggelapan dalam penerimaan seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau P3K di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Modus yang digunakannya adalah menjanjikan kepada korbannya, bahwa dia bisa membantu memasukkan tiga korban menjadi PNS/P3K dengan kapasitas dirinya sebagai anggota dewan.

Syaratnya, tiap korban yang berjumlah 3 orang harus membayar uang senilai Rp 250 juta.

Tapi proses pembayaran bisa dicicil dengan terlebih dahulu membayar uang muka.

“Ada yang sudah membayar Rp 150 juta, Rp 75 juta kemudian Rp 50 juta. Yang Rp 50 juta ini tersangka sudah mengembalikan Rp 10 juta, jadi hanya merugi Rp 40 juta,” kata Wadir Reskrimum Polda DIY, AKBP K Tri Panungko, didampingi Kasubbid Penmas, AKBP Verena di Mapolda DIY, Senin (3/10/2022).

Baca Juga :  Erina Gudono Kenakan Busana Muslim dan Make Up Minimalis Saat Semaan Alquran

Tiga orang yang menjadi korban, menurut dia, masih ada hubungan kekerabatan dengan tersangka.

Korban pertama adalah guru ketika tersangka masih menempuh pendidikan Sekolah Dasar.

Kemudian, korban selanjutnya masih ada hubungan saudara dengan tersangka.

Dalam perkara ini, rata-rata yang menginginkan untuk menjadi PNS/P3K adalah anak-anak korban.

Modus tersangka menjanjikan bisa membantu dan meloloskan anak korban menjadi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam seleksi pegawai tahun 2019.

Bantuan itu disertai dengan syarat. Korban harus menyerahkan uang ratusan juta rupiah.

Sebagian uang muka sudah diserahkan. Namun dalam prosesnya, anak-anak para korban ini ternyata tidak lolos seleksi.

Para korban sudah berupaya menghubungi dan mengklarifikasi tersangka untuk memediasi perjanjian tersebut.

“Namun tersangka selalu berkelit, sulit dihubungi, dan tidak mau mengembalikan uang. Sehingga korban membuat laporan ke Polda DIY,” kata dia.

Baca Juga :  Baru 10 Hari Bebas Setelah 7 Tahun Meringkuk di Penjara, Pria Asal Yogya Ini Kembali Ditangkap Edarkan Sabu

Tiga korban berinisial H, S dan AS. Mereka membuat laporan pada tanggal 24 Maret 2022.

Setelah menerima laporan, petugas bergerak menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti dan melaksanakan gelar perkara. Setelah prosesnya dianggap terpenuhi.

“Kami lakukan penahanan terhadap ESJ pada akhir September 2022,” terang dia.

Tersangka disangkakan melanggar pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal masing-masing 4 tahun penjara.

Dalam perkara ini, sejumlah barang bukti kejahatan turut disita. Mulai dari kwitansi pembayaran uang muka dari korban kepada tersangka.

Surat Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Bantul. Lalu print out kartu peserta ujian CPNS.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com