JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Waspada, Gagal Ginjal Akut Misterius Serang Anak-Anak. DKK Sragen Akui Sudah Terima Surat, Kenali Gejalanya Berikut!

Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen memastikan hingga kini belum ada temuan kasus gagal ginjal akut misterius yang belakangan menjadi kewaspadaan nasional.

Meski demikian, DKK mengakui sudah menerima surat edaran dari kementerian kesehatan (Kemenkes) perihal tersebut.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengatakan sampai saat ini belum ada temuan kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di Sragen.

Pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengingat masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari provinsi maupun Kemenkes.

“Sampai detik ini belum ada kasus gagal ginjal akut pada anak itu. Tapi surat dari Kemenkes memang sudah kita terima pagi tadi. Nanti baru akan kita pelajari. Karena dari provinsi juga belum ada petunjuk,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (19/10/2022).

Sebelumnya, Kemenkes mengingatkan munculnya kasus gagal ginjal misterius pada anak yang menjadi momok menakutkan. Pasalnya penyakit itu belum diketahui pemicu pastinya.

Namun tingkat kematian akibat kasus gagal ginjal misterius pada anak tergolong tinggi, seperti di DKI.

Baca Juga :  Berikut Daftar Harga Durian Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar, Harga Bersahabat!!

Kemenkes pun menerbitkan aturan tatalaksana penyakit gagal ginjal misterius pada anak yang dilansir melalui kemkes.go.id, Rabu (19/10/2022).

Kemkes melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan menerbitkan Tata Laksana dan Managemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022.

Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Tentang Tata Laksana dan Menejemen Klinis Atypical Progressive Acute Kidney Injury

Surat Keputusan yang diterbitkan pada tanggal 28 September 2022 tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dini.

SK itu sekaligus sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan penanganan medis kepada pasien gagal ginjal akut.

Gagal ginjal akut pada anak ini telah terjadi pada awal tahun 2022, namun baru mengalami peningkatan pada September. Sejumlah antisipasi telah kita lakukan termasuk melakukan fasilitasi dengan menyusun pedoman penatalaksanaan Gagal Ginjal Akut pada Anak,” ungkap Plt. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Yanti Herman dikutip laman resmi Kemenkes.go.id.

Baca Juga :  Perjuangkan Revisi Perbup 67, Praja Sragen Ancam Gelar Demo. Komisi I Berharap Segera Ada Penyelesaian

Lebih lanjut, Yanti menjelaskan bahwa secara keseluruhan pedoman tersebut memuat serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan lain dalam melakukan penanganan terhadap Pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal sesuai dengan indikasi medis.

Dimulai dari diagnosis klinis. Penegakan diagnosis untuk penyakit gagal ginjal akut pada anak diawali dengan mengamati gejala dan tanda klinis yang dialami pasien, salah satunya terjadi penurunan jumlah BAK (oliguria) atau tidak ada sama sekali BAK (anuria).

”Penurunan cepat dan tiba-tiba pada fungsi filtrasi/penyaringan ginjal. Biasanya ditandai peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia dan/atau penurunan sampai tidak ada sama sekali produksi urine,” kata dr. Yanti.

Gejala Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut diketahui menyerang anak dengan di rentang usia 6 bulan-18 tahun, paling banyak terjadi pada balita.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com