JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ayam Mati Mendadak di Sragen Semakin Meluas Dan Menghawatirkan, Warga Berharap Dinas Terkait Segera Turun Tangan Bantu Warga

Fenomena Puluhan Ekor Ayam Mati Mendadak di Desa Gading Tanon Sragen | Huri Yanto / Joglosemarnews.com
Fenomena Puluhan Ekor Ayam Mati Mendadak di Desa Gading Tanon Sragen | Huri Yanto / Joglosemarnews.com
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fenomena ayam mati mendadak di kampung Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah semakin parah dan meluas.

Akibatnya belasan warga hanya bisa pasrah dan berharap ada keajaiban, hewan ternak mereka selamat dari bencana ini.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM di lapangan hingga hari ini, ada puluhan ekor ayam kampung milik warga dilaporkan mati tiba-tiba.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sulastri (41), warga Dukuh Karang Rt 01, Desa Gading, Tanon, Sragen. Menurutnya keadaan semakin parah dan warga rugi belasan juta rupiah.

“Iya benar mas, banyak ayam mati mendadak.
Kalau di tempat saya sebelumnya yang mati kelinci ada 5 ekor sekarang malah giliran ayam, kalau di total yang mati udah ada 15 ekor punya saya mas,” kata Sulastri, Rabu (8/3/2023) sore.

Menurut Sulastri, fenomena ayam mati mendadak terjadi sudah seminggu ini, warga mengira hanya kebetulan saja, akan tetapi lama kelamaan warga yang lain juga terkena wabah.

“Hari ini tempat saya yang mati mendadak ada 3 ekor, jago 2, babon 1, kemarinya lagi babon dan jago 2 ekor, pokoknya disini banyak sampai ludes punya saya,” bebernya.

Baca Juga :  Abaikan Keselamatan, Tower BTS di Desa Purworejo Gemolong Sragen Diam-Diam Nekat Perpanjang Izin Tanpa Persetujuan Warga, Warga Bakal Demo Besar-Besaran Jika Tidak Segera Dibongkar !

Sulastri memperkirakan sejak terkena wabah penyakit ini total kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Iya kalau 2 juta ya ada, wong sekarang kalau babon 1 ekornya aja dijual laku 70 sampai 80 ribu, kalau jagonya 1 ekor bisa laku 120 ribu, belum termasuk pakannya,” keluhnya.

Sementara informasi warga ayam mati mendadak ini gejalanya tidak kelihatan, yang jelas ayam kelihatan sehat paginya udah mati di kandang.

Tidak hanya milik Sulastri, warga yang lain juga ikut mengalami kejadian serupa.
Salah satunya yakni milik Ari Muslikum (39), warga Karang Rt 01, Gading, Tanon, Sragen ia mengaku juga ikut terdampak.

“Punya saya babon 4 ekor, jago 1 ekor, ukuran kemangan 2 ekor, terakhir kemarin ayam saya mati,” jelasnya.

Selain Ari, juga ada milik mbah Parjan Karang Rt 01, Sumini, Giman, Armi, mbah Dirjo, Tumini, mbah Tarni, Paniyem.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen drh. Toto Sukarno sudah mendapati informasi tersebut. Pihaknya lantas memerintahkan petugas di Kecamatan Tanon untuk memeriksa kondisi dan melakukan pendataan.

Baca Juga :  Siswi SMPN 3 Gemolong Raih Juara Puteri Pelajar Indonesia 2024

”Kita cek dulu situasinya di lapangan. Terkait penyakitnya berbahaya atau tidak bagi manusia. Petugas sudah kami instruksikan ke desa Gading,” ujarnya.

Sebelumnya, kabar ayam mati mendadak milik warga tersebut pertama kali diinfokan oleh Parno (35), salah satu warga Dukuh Karang Rt 04, Gading, Tanon, Sragen.
Menurut Parno, kejadian ayam mati mendadak di wilayah karang tersebut sudah seminggu ini.

“Iya benar banyak ayam warga mati mendadak, kejadian ini merata di kampung sini, ayam sore kondisi masih hidup, tapi paginya ayam banyak yang mati di kandang,” kata Parno dihubungi melalui telepon, Selasa (7/3/2023).

Menurut keterangan Kasno, kejadian ini sangat merugikan warga dan warga juga was was akan penyakit yang menyerang ke puluhan ekor ayam tersebut.

“Iya was was mas, takut ya penyakit atau virus yang menyerang ayam tersebut bisa menular ke manusia, soalnya ini yang mati merata, semua ayam kampung milik warga banyak yang mati dan terpaksa yang masih hidup dijual murah ke pasar, paling parah kalau di RT 4 di rumah mbah Kasinah,” bebernya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com