JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Heboh Diduga Kena Modus, Gadis SMP di Plupuh Sragen Hamil 2 Bulan dan Putus Sekolah

Ilustrasi
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Heboh, diduga gara-gara kena modus bujuk rayu oleh pria satu kampung, seorang gadis cantik yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP harus mengakhiri pendidikannya lebih cepat.

Gadis cantik tersebut berinisial VSR (16), dan dibawa kabur ke Jakarta oleh TS warga Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kasus ini pertamakali mencuat saat ayah tiri korban WP (40) warga Kadipiro, Banjarsari, Surakarta melaporkan terduga tersangka TS ke polres Sragen pada (31/3/2023) lalu, dengan laporan penculikan atau melarikan anak dibawah umur.

Akibat perbuatan TS, korban VSR harus meninggalkan pendidikannya yang kebetulan dalam keadaan ujian.

“Posisi anak saya kelas tiga SMP dan mau ujian sekolah dibawa kabur ke Jakarta dan sekarang malah putus sekolah, informasi terakhir hamil 2 bulan, informasi pas dibawa kabur itu ke Jakarta, sekolah terputus dan anak saya masih dibawah umur,” kata WP pada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis(11/5/2023).

Sebelumnya, WP membenarkan laporan tersebut, pihaknya menyayangkan aksi pelaku telah membawa kabur anak dibawah umur dari rumah neneknya di wilayah Desa Karungan, Plupuh, Sragen.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Rusak di Sragen Terus Dilakukan Salah Satunya Dengan Anggaran Banprov Jateng, Warga: Makasih Banyak Mbak Yuni Mas Bowo

“Anak saya ikut neneknya di Sragen, saat saya dikabari saya cek memang tidak ada dan kita lakukan pencarian di saudara-saudara, kami menghubungi Babin setempat dan Babin menyampaikan bahwa anak tersebut pergi sama terlapor tersebut dan tempatnya belum diketahui, tanggal 10 saya ke polres Sragen melaporkan kehilangan dan saya dapat informasi lagi dari RT di Desa Karungan katanya anak saya pulang ke rumah, tapi pulang ke bapak kandungnya pada tanggal 23 Februari, saya tanyai pak RT tersebut informasi kepulangan dari mana ternyata dari bapaknya si pelaku,” bebernya WP.

Menurut WP, sejak dibawa kabur ke Jakarta dan dibawa pulang kembali setelah kasus ramai di masyarakat, pihaknya langsung dilakukan mediasi di Polres Sragen.

“Iya dilakukan mediasi di polres Sragen, tapi tanggal 31 Maret 2023 kita pengaduan kembali di polres Sragen terkait itu tadi membawa lari anak saya dan dugaan pencabulan, dan saya, istri saya dipanggil di polres nah disana juga ada bapak kandungnya, sedangkan anak saya disana tidak mau dimintai keterangan, ternyata anak saya dan ayah kandung anak saya sekongkol sama pelaku, pokoknya kasus ini jangan sampai diteruskan,” ujar WP.

Baca Juga :  Mengaspal di Solo, Citroen Siapkan 22 Show Room di Indonesia

Yang bikin mencengangkan lagi, WP membeberkan kasus serupa sebelum menimpa anak tirinya yang juga terjadi di wilayah Desa Karungan, bahkan hal ini sudah dianggap sepele dan kasusnya mudah ditangani dengan modal mau dinikahi.

“Sebelum ini ternyata juga pernah ada kejadian, makanya hal hal ini kita buat laporan agar tidak terjadi lagi dan menimpa mereka anak anak dibawah umur dengan kasus seperti ini, meskipun anak saya jadi korban, istri, simbah yang dikuti sejak kecil sepakat melaporkan kasus ini agar jera, meskipun pelaku akan bertanggung jawab, karena ini udah merusak masa depan anak, kalau laki laki yang membawa kabur anak saya tidak bekerja dan umur 28 tahun,” bebernya.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiyono, membenarkan adanya kasus tersebut.

“Sudah dilaporkan ke polres, sudah kita tindak lanjuti, sedang dikoordinasikan dengan bapas Solo, karena di bawah umur,” ujarnya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com