JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Aniaya Pelaku Kasus Narkoba Hingga Tewas, 7 Polisi Jadi Tersangka, Seorang Lagi Masih Buron

Ilustrasi borgol / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Seorang terduga kasus Narkoba berinisial DK (38)  tewas menjasi korban penganiayaan polisi di Polda Metdo Jaya.

Pelaku penganiayaan tersebut, menurut
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Hengki Haryadi,  adalah aparat yang sedang menyelidiki perkara tersebut.

“Pelaku bertindak  kekerasan eksesif (melampaui batas), sehingga mengakibatkan seseorang meninggal dunia,” kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/7/202).

Pengacara keluarga DK, Ramzy Brata Sungkar, mengatakan belum bisa memastikan di mana jasad korban ditemukan.

“Tapi, ditemukannya hari Selasa itu,” ujar dia.

Meski kematian DK masih penuh kejanggalan, lanjut Ramzy, keluarga lega lantaran jasad korban sudah ditemukan. Keluarga pun sudah memakamkan korban.

Polda Metro telah menetapkan tujuh polisi sebagai tersangka perkara ini. Mereka dijerat Pasal 355 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan berat yang berencana. Lalu Pasal 170 subsider Pasal 351 ayat (3) soal penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Baca Juga :  Ketidaknetralan Pemilu 2024 Paling Banyak Dilakukan oleh Kepala Desa

Berikut detail temuan Polda Metro ihwal para pelaku.

1. Tujuh polisi jadi tersangka
Polda Metro telah menetapkan tujuh polisi sebagai tersangka. Mereka adalah AB, AJ, RP, FE, JA, EP, dan YP. “Sudah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan (terhadap tujuh pelaku),” ucap Hengki.

2. Identitas pelaku masih dirahasiakan
Hengki belum bisa mendetailkan bagaimana dan kapan tindak pidana penganiayaan ini berlangsung. Polda Metro juga belum menjelaskan identitas detail dan dari mana asal satuan para polisi bermasalah itu. “Masih dalam pengembangan,” tutur Hengki.

3. Pelaku terancam dipecat
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nursyah Putra mengatakan ketujuh tersangka sudah diperiksa soal pelanggaran kode etik profesi Polri. Mereka terancam dipecat dari korps Bhayangkara.

Baca Juga :  Masih Berkutat di Bawah 4%, Burhanuddin Muhtadi: Mendingan PSI Legawa Tak Lolos Parlemen

Selanjutnya, mereka akan segera menjalani sidang kode etik. “Telah menerapkan Pasal 5, Pasal 10, Pasal 11 dan 12 Kode Etik Profesi Polri berdasarkan Perpol 7 Tahun 2022 dan PPRI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat terhadap seluruh terduga pelanggar,” kata Nursyah dalam kesempatan yang sama.

4. Satu polisi buron
Menurut Hengki, polisi yang diduga terlibat kasus penganiayaan ini sebanyak sembilan orang. Tujuh di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, satu orang masih dalam pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro. Satu orang lagi berinisial S tengah dalam pengejaran alias buron.

“Satu orang masih DPO (daftar pencarian orang/buron),” ucap Hengki.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com