Beranda Daerah Karanganyar Gagal Take Off Karena Runway Tidak Steril Dipenuhi Batako, Wisatawan Asal Jakarta...

Gagal Take Off Karena Runway Tidak Steril Dipenuhi Batako, Wisatawan Asal Jakarta Cidera Fatal Hingga Tak Bisa Berjalan

Ilustarsi wisatawan yang sedang take off di Segoro Gunung, Ngargoyoso, Karanganyar  Selasa (27/6/2023) lalu / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Wisatawan asal Jakarta Timur, Ima Yuanita (33) mengalami kecelakaan fatal saat gagal Take Off (terbang) mencoba menikmati wisata paralayang di Segoro Gunung, Ngargoyoso, Karanganyar  Selasa (27/6/2023) lalu.

Akibatnya, korban tidak bisa berjalan dan gegar otak ringan serta mukanya luka terbentur landasan pacu.

Parahnya lagi,  penyebab kegagalan take off karena Runway (landasan pacu) tidak steril karena terdapat tumpukan batako sehingga kaki paralayang menyangkut batako tersebut dan akhirnya paralayang terjatuh.

Akibatnya Ima Yuanita mengalami luka parah muka terbentur batu dan puing-puing didekat Runway.

Abdul Basit (37), suami Ima Yuanita mengatakan menyesalkan standar kelayakan teknis operasional paralayang tersebut karena Runway tidak steril sehingga mengakibatkan paralayang uang dinaiki istrinya gagal terbang.

“Ini tragis masak pada Runway paralayang tidak steril masih ada tumpukan batako ya jelas mengganggu penerbangan paralayang dan membahayakan nyawa pengguna jasa paralayang termasuk istri saya yang jadi korban gagal,” ungkapnya saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (4/7/2023).

Menurut Abdul Basit,  akibat kejadian gagal terbang paralayang tersebut menyebabkan luka parah pada bagian muka karena terbentur batu hingga gegar otak, muka hancur dan tidak bisa berjalan hingga sekarang. Istrinya dirawat selama lima hari dengan biaya sendiri hingga menelan biaya rumah sakit sebesar Rp 30 juta.

“Lebih parah lagi tidak ada asuransi dari pihak pengelola wisata jasa wisata meski secara moral cukup baik karena turut mengantarkan korban sampai rumah sakit,” tandas Abdul Basit.

Dijelaskan Abdul Basit, saat  itu keluarganya sebanyak 13 orang berlibur ke Soloraya termasuk mencoba menikmati wisata Paralayang, Segoro Gunung, Ngargoyoso, Karanganyar.

Namun nahas istrinya jadi korban tidak profresionalnya pengelola wisata paralayang. Padahal untuk naik paralayang harus merogoh kocek Rp 450.000 namun sama sekali tidak ada asuransi.

“Saat itu dari 13 keluarga kami istri saya urutan 12 dan nomor 13 anak saya Dasta (12) namun trauma berat setelah menyaksikan ibunya jadi korban di TKP,” pungkasnya.

Menurut Abdul Basit, kecelakaan itu murni gagal Take off karena Runway terdapat tumpukan batako sehingga bukan disebabkan faktor cuaca ataupun yang lainnya. Beni Indra

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.