JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Caleg PDIP Wonogiri Diduga Jelekkan Istri Capres Sebelah, Begini Statement Mas Jekek

Joko Sutopo
Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo yang juga Bupati Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang caleg PDIP Wonogiri diduga menjelekkan istri capres dari kubu sebelah.

Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek akhirnya memberikan statement resmi terkait caleg PDIP Wonogiri diduga jelekkan istri capres kubu sebelah itu.

Video caleg PDIP Wonogiri diduga jelekkan istri capres lain itu ramai di lini masa media sosial. Terlihat seorang perempuan yang merupakan caleg PDIP dari Dapil V Wonogiri berinisial EP disebut berkampanye.

Sayangnya caleg PDIP Wonogiri itu menjelek-jelekkan istri capres kubu sebelah.

Baca Juga :  Wonogiri Tidak Sedang Baik baik Saja, Ada Ribuan Butir Pil Koplo Siap Edar

Dalam video tersebut, caleg PDIP Wonogiri itu menyampaikan bahwa istri dari capres yang diusung partainya adalah sosok istri yang sempurna. Berbeda dengan istri dari capres yang lain. Disebutkan pula sejumlah perbedaan istri capres tersebut hingga berulang ulang.

Dikonfirmasi, Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo sudah mendapatkan laporan terkait video tersebut. Pihaknya prihatin atas hal tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sebesar-besarnya. Mungkin ini ada kealpaan atau mungkin dari faktor lain tapi kami pastikan akan segera memgundang yang bersangkutan dan kami klarifikasi,” tegas Jekek, Rabu (27/12/2023).

Baca Juga :  Membongkar Bisnis Event Lari, Untung Gede, Lengkap dengan Contoh Perhitungan Keuangannya

Saat melihat dan mendengar suara itu, Jekek mengaku langsung merasa prihatin. Apa yang disampaikan EP dinilai tidak menunjukkan gaya politik yang elegan, dewasa dan mencerdaskan.

“Nanti kita minta klarifikasi langsung,” tandas Jekek.

Jekek menegaskan tak sepakat dengan gaya politik seperti itu. Dia menyayangkan hal tersebut. Menurut dia, berpolitik harus santun, terukur dan visi misinya harus jelas.

Jangan politik yang menyuarakan unsur sara, diskriminasi dari kontestan pemilu baik peserta pemilu kepartaian atau personal. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com